Banjarmasin, 14/9 (Antara) - Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ir H Muslih menyatakan, air Sungai Martapura yang tiba-tiba berwarna hijau tosca tidak mengganggu produksi air bersih dan bahan baku air sungai itu masih aman diolah.
"Pengolahan air bersih kita tidak masalah dengan kondisi air sungai menjadi hijau tosca itu, aman saja, masih bisa kita olah menjadi air bersih bagi pelanggan," ujarnya di Banjarmasin, Rabu.
Menurut dia, kondisi ini hanya kejadian alami biasa dan air Sungai Martapura sebagai tumpuan air baku pengolahan air bersih bagi PDAM sering berubah-ubah. "Terkadang asin, terkadang juga menjadi asam," katanya.
Hanya saja, tutur Muslih, perlu zat kimia yang ditingkatkan dalam mengolah air Sungai Martapura itu kalau berubah kadarnya. Misalnya asam atau keasaman (ph) di bawah batas normal.
"Sejauh ini kadar air sungai PH-nya masih standar saja. Jadi tidak masalah diolah, sebab kondisi sekarang kita yakini bukan karena pencemaran limbah, tapi kemungkinan hanya terjadi secara alami," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan sedapat mungkin melakukan pengolahan air bersih yang bersumber dari Sungai Martapura ini untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi para pelanggan yang jumlahnya sekitar 160 ribu. PDAM selalu siap dengan kondisi perubahan kadar air setiap saat.
"Kita minta masyarakat tidak perlu risau dengan fenomena air Sungai Martapura yang menunjukan adanya perubahan warna hijau tosca ini, sebab ini sudah pernah terjadi," katanya.
BLH
Sementara itu, dari hasil penelitian Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Banjarmasin terhadap perubahan warna air Sungai Martapura menjadi hijau tosca ini dinyatakan karena air sungai tersebut kekurangan DO (dissolved axygen) atau oksigen terlarut.
Menurut Kepala BLHD Kota Banjarmasin Hamdi, PH air Sungai Martapura masih dalam keadaan batas normal 6,33, namun oksigen terlarut di dalamnya sangat rendah hanya sekitar 2,43 ppm, mestinya normalnya itu 6 ppm.
"Jadi bisa disimpulkan, menghijaunya air Sungai Martapura itu karena terjadinya kekurangan oksigen di dalamnya. Ini mempengaruhi terhadap kehidupan biota sungai sebenarnya," kata Hamdi.
Namun, kata dia, secara umumnya kondisi itu tidak membahayakan bagi pengolahan untuk menjadi air bersih sebab tidak mengalami pencemaran karena larutan kimia yang besar.
"Tapi kalau diminum langsung memang tidak baik air Sungai Martapura itu, harus direbus atau diolah dulu, sebab banyak bakterinya," kata Hamdi.
Kondisi air Sungai Martapura ini berubah warna menjadi hijau tosca terjadi sudah beberapa hari ini. Bahkan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Herman sempat mengunggah foto Sungai Martapura yang berwarna hijau itu dalam akun facebooknya bertema "fenomena" hingga banyak mencuri perhatian publik.
"Sudah berapa hari ini Sungai Martapura di Banjarmasin berwarna hijau tosca, "ayo ke Banjarmasin" ayo kita rawat dan jaga kebersihannya," tulisnya.
