Batulicin (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat kerja bersama jajaran manajemen PT Air Minum Bersujud membahas layanan air bersih yang maksimal.
"Dalam rapat tersebu kami menegaskan agar PT Air Minum Bersujud (Perseroda) tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi memprioritaskan pelayanan air bersih bagi masyarakat luas," kata Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, di Batulicin, Kamis.
Baca juga: DPRD Kalsel serahkan tiga unit "super combine" mesin panen padi untuk petani Tanbu
Menurut Andi Erwin, perusahaan milik daerah tersebut semestinya hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, bukan sekadar mengejar keuntungan finansial.
Andi Ewin menginginkan, pelayanan untuk masyarakat menjadi prioritas utama. Masih banyak wilayah di Tanah Bumbu yang belum merasakan aliran air bersih secara maksimal sehingga perlu pembangunan jaringan pipa baru dan penambahan unit "Water Treatment Plant" (WTP) terutama di wilayah yang belum terjangkau.
"Kalau jaringan dan kapasitas WTP menjadi kendala, maka fokus utama harus ke sana. Tapi tentu ini perlu koordinasi dengan Dinas PUPR," tambahnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Bumbu, Eryanto Rais mengucapkan terimakasih as dorongan DPRD kepada PT AM Bersujud dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih.
"Kami sepakat, pelayanan harus dimaksimalkan. Saya akan sampaikan hal ini kepada Bupati Tanah Bumbu, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak," ucap Eryanto yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Air Minum Bersujud.
Ia optimistis, Bupati Tanah Bumbu akan mendukung langkah-langkah perbaikan yang berorientasi pada pelayanan publik dan Bupati selalu menekankan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi yang utama.
Baca juga: DPRD: Pendidikan fondasi utama membangun daerah
Direktur PT Air Minum Bersujud Ardiansyah melaporkan, sebelumnya kondisi keuangan perusahaan sempat merugi hingga Rp800 miliar. Namun, kerugian itu berhasil tertutupi dengan perolehan laba dari penjualan air bersih kurang lebih mencapai Rp1,2 triliun.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.