Manajer Tanjung Field Sigid Setiawan menyampaikan program pembudidayaan perikanan juga akan diberikan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Tanjung.
"Pengembangan budi daya ikan bioflok akan kita lanjutkan baik di Desa Kapar maupun Lapas Tanjung ," jelas Sigid.
Saat ini ada sembilan kolam budidaya ikan dengan sistem bioflok yang dikembangkan kelompok Perisakti di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak dan ke depannya akan ditambah kolam pembenihan.
Program Perisakti merupakan program CSR bidang lingkungan yang menerapkan konsep Zero Waste dimana air sisa buangan bioflok dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi organik pada tanaman.
Air sisa buangan bioflok nantinya akan diuji dan bisa dipatenkan sebagai pupuk cair bagi tanaman.
Hal ini disampaikan Community Development Officer Ana Nurlatifah bahwa selain rencana pematenan pupuk cair air sisa buangan bioflok juga mencoba pembuatan pakan mandiri dan produk turunan oleh kelompok mitraan binaan Perisakti.
"Air sisa buangan buoflok kita lakukan uji lab dulu untuk memastikan kegunaannya sebagai nutrisi tanaman," jelas Ana.
Untuk pengembangan budidaya perikanan bagi warga binaan sendiri juga melibat Kelompok mitra binaan Perisakti dan pihak terkait lainnya.
Kelompok Perisakti Desa Kapar yang telah mendapat pelatihan pembuatan probiotik atau bakteri pengurai budidaya perikanan nantinya melatih warga binaan dalam pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok .
"Rencananya Pertamina membantu sarana tiga kolam budidaya ikan dengan sistem bioflok di Lapas Tanjung," tambah Ana.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.