Sejumlah petani di Desa Binderang kecamatan Lokpaikat kabupaten Tapin lebih banyak mengandalkan pupuk organik dibandingkan pupuk yang mengandung zat kimiawi dalam pemanfaatan tanaman padi mereka.
Menurut Yuliadi, seorang pengelola pupuk organik di Desa Binderang, Sabtu mengatakan, pemanfaatan pupuk organik yang berbahan baku hasil kotoran sapi ini sangat menguntungkan petani di desanya.
"Kualitas pupuk tidak kalah bagus dengan pupuk dari zat yang mengandung bahan kimiawi, dan pupuk organik buatan ini harganya jauh lebih terjangka"' katanya.
Yuliadi yang juga seorang petani ini mengatakan selain harganya yang murah pupuk jenis ini sangat diperlukan oleh petani karena petani merasakan sendiri kemudahan dalam menggunakannya.
Yuliadi menerangkan, dalam pembuatannya pupuk organik ini hanya menggunakan bahan baku berupa kotoran sapi yang memang banyak di pelihara warga dan dicampur dengan jerami, sementara untuk proses pembuatannya dengan cara disekam atau dikeringkan.
Dalam proses pengeringannya petani memerlukan waktu yang cukup lama yakni sekitar 24 hari.
Lamanya proses pengeringan ini menurut Yuliadi, agar pupuk organik benar-benar berkualitas.
Jika masa yang telah ditentukan telah cukup, selanjutnya pupuk yang sudah jadi siap untuk dijual dengan harga yang cukup murah seribu rupiah perkilogramnya./et/B
