Pelaihari, Kalsel, (Antaranews Kalsel) - Kepala Bidang Koperasi dan Usah Mikro Kecil Menengah Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Ir H Purwanto mengungkapkan, sebanyak 100 usaha mikro di kabupatennya mendapat pinjaman lunak.
"Pinjaman lunak tersebut sejak tahun 2013 hingga 2014 merupakan bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ungkapnya di Pelaihari (ibu kota kabupaten, 65 kilomter timur Banjarmasin), Selasa.
"Pinjaman lunak itu melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Tala dengan besaran besaran berkisar antara Rp2 juta sampai Rp5 juta per usaha mikro," lanjutnya.
Menurut dia, selain pinjaman lunak dari pemkab, usaha mikro di daerah tersebut juga dapat pinjaman lunak dari PT Pupuk Kaltim salah satu BUMN dengan kisaran antara Rp10 juta hingga Rp25 juta per usaha mikro.
"Pinjaman lunak dari BUMN itu kita kucurkan mulai dari tahun 2000 hingga sekarang. Dari pinjaman itu usaha mikro yang dijalankan dapat berkembang dengan baik. Begitu juga pengembalian cicilannya," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan usaha mikro di Tala dalam satu tahun tidak bisa diprediksi peningkatan maupun penurunan. Selain itu sangat berkaitan erat dengan kemampun dari usaha mikro itu sendri dalam menjalankan usahanya.
"Naik atau turunnya jumlah usaha mikro di Tanah Laut tidak bisa dihitung secara riil, karena hal itu sangat berkaitan dengan lancar tidaknya usaha yang dijalankan," terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, usaha mikro yang dapat bertahan dan mampu berkembang di Tanah Laut di antaranya, usaha rumah tangga seperti pembuatan krupuk, manisan terong dan jamur tiram.
"Manisan terong dan jamur tiram merupakan usaha rumahan (home industry) yang menjadi andalan Tanah Laut, karena di Kalsel hanya ada pengembangannya di daerah ini," tegasnya.
 "Hanya saja, dua produk andalan usaha mikro tersebut belum dikemas secara modern. Padahal kalau kemasannya bagus tentunya bisa menembus luar Tanah Laut dan menjadi oleh-oleh khas Tanah Laut," demikian Purwanto. Â
