• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kalsel
Rabu, 7 Januari 2026
Antara News kalsel
Antara News kalsel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Pariwisata & Lingkungan Hidup
    • Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Kamis, 18 Desember 2025 16:50

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Minggu, 14 Desember 2025 11:49

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Senin, 1 Desember 2025 15:03

      Pemprov Kalsel terapkan program tanam RBE seluas 100 hektare di Cempaka

      Pemprov Kalsel terapkan program tanam RBE seluas 100 hektare di Cempaka

      Kamis, 27 November 2025 20:20

      Dispar Kalsel tingkatkan pengembangan destinasi wisata banua

      Dispar Kalsel tingkatkan pengembangan destinasi wisata banua

      Senin, 24 November 2025 17:24

  • Nasional
    • Jasad diduga putri pelatih Valencia ditemukan dalam bangkai kapal

      Jasad diduga putri pelatih Valencia ditemukan dalam bangkai kapal

      Rabu, 7 Januari 2026 0:57

      Sinkhole muncul di Limapuluh Kota, tanah bergerak, garis polisi dipasang

      Sinkhole muncul di Limapuluh Kota, tanah bergerak, garis polisi dipasang

      Rabu, 7 Januari 2026 0:01

      Emas Antam melambung, sentuh harga Rp2,515 juta

      Emas Antam melambung, sentuh harga Rp2,515 juta

      Selasa, 6 Januari 2026 13:00

      Gunung Marapi di Sumbar meletus Selasa pagi

      Gunung Marapi di Sumbar meletus Selasa pagi

      Selasa, 6 Januari 2026 12:40

      Purbaya terbitkan aturan PPN beli rumah 100 persen ditanggung pemerintah

      Purbaya terbitkan aturan PPN beli rumah 100 persen ditanggung pemerintah

      Selasa, 6 Januari 2026 0:47

  • Seputar Kalsel
    • Pemprov Kalsel
    • Kotabaru
    • DPRD Kotabaru
    • Tanah Bumbu
    • Hulu Sungai Utara
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Balangan
    • Tanah Laut
    • Yayasan Amanah Bangun Negeri
    • Banjarbaru
    • DPRD Kalsel
    • Tapin
    • Barito Kuala
    • DPRD Balangan
    • Banjar
    • Banjarmasin
    • Tabalong
    • Umum
    • Olahraga
      • Super League - Persik tahan imbang Persib 1-1

        Super League - Persik tahan imbang Persib 1-1

        Selasa, 6 Januari 2026 1:00

        Super League - Bhayangkara unggul 1-0 atas Dewa United

        Super League - Bhayangkara unggul 1-0 atas Dewa United

        Senin, 5 Januari 2026 22:13

        Atletico Madrid diimbangi Real Sociedad 1-1

        Atletico Madrid diimbangi Real Sociedad 1-1

        Senin, 5 Januari 2026 9:29

        PSG menangi Derbi Paris usai kalahkan Paris FC 2-1

        PSG menangi Derbi Paris usai kalahkan Paris FC 2-1

        Senin, 5 Januari 2026 9:27

        Super League - Bali United kalahkan Arema FC dengan gol sundulan

        Super League - Bali United kalahkan Arema FC dengan gol sundulan

        Senin, 5 Januari 2026 0:09

    • Pendidikan
        • Berita ULM
        • POLIBAN BANJARMASIN
        Rektor ULM apresiasi Polda Kalsel ungkap cepat pembunuh mahasiswi

        Rektor ULM apresiasi Polda Kalsel ungkap cepat pembunuh mahasiswi

        Sabtu, 27 Desember 2025 9:53

        ULM kirim tim bantuan kemanusiaan ke Aceh

        ULM kirim tim bantuan kemanusiaan ke Aceh

        Selasa, 23 Desember 2025 22:33

        ULM kukuhkan 712 lulusan di penutup tahun 2025

        ULM kukuhkan 712 lulusan di penutup tahun 2025

        Selasa, 23 Desember 2025 22:29

        Staf Ahli Sekjen Kemdiktisaintek: ULM punya peran strategis bangun SDM di Kalsel

        Staf Ahli Sekjen Kemdiktisaintek: ULM punya peran strategis bangun SDM di Kalsel

        Selasa, 23 Desember 2025 22:18

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Selasa, 23 Desember 2025 19:48

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Jumat, 19 Desember 2025 23:20

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Senin, 15 Desember 2025 19:55

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Sabtu, 13 Desember 2025 20:04

    • English News
      • Prabowo says Indonesia achieves record rice reserves

        Prabowo says Indonesia achieves record rice reserves

        Rabu, 7 Januari 2026 1:14

        Indonesia clears, records floodwood for community use in Sumatra

        Indonesia clears, records floodwood for community use in Sumatra

        Rabu, 7 Januari 2026 0:27

        China remains Indonesia's top export destination in Jan-Nov 2025

        China remains Indonesia's top export destination in Jan-Nov 2025

        Selasa, 6 Januari 2026 1:38

        Rice stock for flood-hit Sumatra safe for 6 months: Minister

        Rice stock for flood-hit Sumatra safe for 6 months: Minister

        Selasa, 6 Januari 2026 1:24

        Indonesia's presidential office sends pumps to Aceh flood zones

        Indonesia's presidential office sends pumps to Aceh flood zones

        Senin, 5 Januari 2026 1:03

    • Infografik
    • Foto
      • PLN pulihkan sistem kelistrikan di Aceh

        PLN pulihkan sistem kelistrikan di Aceh

        Minggu, 21 Desember 2025 21:36

        Legislator hadiri Balangan Colour Fest 2025

        Legislator hadiri Balangan Colour Fest 2025

        Sabtu, 13 Desember 2025 20:50

        Tim Sekretariat DPRD Banjarbaru monitoring reses anggota dewan

        Tim Sekretariat DPRD Banjarbaru monitoring reses anggota dewan

        Senin, 8 Desember 2025 20:47

        PLN UID Kalselteng berangkatkan tim relawan kelistrikan ke Aceh

        PLN UID Kalselteng berangkatkan tim relawan kelistrikan ke Aceh

        Senin, 8 Desember 2025 15:44

        Wakil DPRD Tanah Bumbu komitmen perjuangkan aspirasi warga Batuah

        Wakil DPRD Tanah Bumbu komitmen perjuangkan aspirasi warga Batuah

        Minggu, 7 Desember 2025 11:26

    • Video
      • Puluhan sekolah terendam banjir, Banjarmasin berlakukan sistem PJJ

        Puluhan sekolah terendam banjir, Banjarmasin berlakukan sistem PJJ

        Senin, 5 Januari 2026 22:00

        Mensos salurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Banjar

        Mensos salurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Banjar

        Minggu, 4 Januari 2026 20:58

        Wali Kota Yamin terjang banjir bagikan sembako untuk warga Banjarmasin

        Wali Kota Yamin terjang banjir bagikan sembako untuk warga Banjarmasin

        Sabtu, 3 Januari 2026 21:39

        Banjarmasin siap gunakan metode sanitary landfill di TPA Basirih

        Banjarmasin siap gunakan metode sanitary landfill di TPA Basirih

        Sabtu, 3 Januari 2026 1:33

        Menteri LH Hanif tinjau titik banjir di Kabupaten Banjar

        Menteri LH Hanif tinjau titik banjir di Kabupaten Banjar

        Selasa, 30 Desember 2025 19:59

    Festival buah lokal kuak kekayaan alam Kalsel

    Senin, 14 Januari 2019 9:55 WIB

    Festival buah lokal kuak kekayaan alam Kalsel

    Festival buah lokal Kalsel di Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan memperoleh respon masyarakat, karena menampilkan aneka buah khas yang mulai langka (Antaranews Kalsel/Hasan Z)

    Paringin,(Antaranews Kalsel) - Ratusan pengunjung serbu tumpukan buah-buahan yang disediakan panitia festival buah lokal Kalsel yang berlangsung di Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (12/1) lalu.

    Jenis buah yang diserbu untuk dicicipi secara gratis tersebut diutamakan terhadap jenis buah yang pertama kali dilihat oleh pengunjung, lantaran jarang dijual di pasaran, karena memang langka.

    Dalam rebutan terhadap buah di festival yang dibuka Bupati Balangan Ansharudin tersebut tak sedikit pengunjung yag terluka kecil terkena duri buah-buahan, seperti buah unik sejenias durian yang disebut "lahung."

    Mengambil buah ini kalau tak hati-hati tangan bisa tertusuk duri, karena walau seperti durian tetapi durinya kecil-kecil panjang dan lancip. Warna kulit berduri buah durian jenis ini merah kehitaman, dan isinya putih kekuningan dengan aroma dan rasa yang khas dan untuk mengambil isnya maka buahnya harus dipenggal maka beda dibandingkan dengan mengambil isi durian kebanyakan.

    Selain itu sasaran lain terhadap buah jenis durian tetapi warna kulit kuning kemerahan yang disebut buah "Kalih" yang satunya lagi disebut buah "traku."

    Istemewanya dua buah ini bentuknya persis durian tetapi warna kulit kuning kemerahan dan warna isi buah merah menyala atau merah tuska.

    Belum lagi jenis durian yang disebut "pampakin," Karatongan, Mantaula, Mantuala, Mahrawin, semua yang disebut ini jenis durian tetapi tidak seperti durian yang kebanyakan dijual di pasaran, karena bentuk bundarnya, warna kulit dan rasa yang berbeda-beda pula.

    Itu hanya jenis durian belum lagi dalam festival yang hanya diselanggarakan perangkat desa Marajai yang dibantu oleh pemerhati dan peneliti buah setempat Hanif Wicaksono tersebut, terdapat pulan jenis buah sejenis nangka-nangkaan.

    Seperti yang disebut buah tarap, binturung, kulidang, mintawa, dan lainnya begitu juga jenis rambutan ada yang disebut siwau, maritam, buluan, dan sebagainya.

    Tak kalah menarik jenis mangga manggaan (mangifera), duku-dukuan, aneka pisang hidup di hutan hingga ada pisang warna kulitnya yang merah serta puluhan jenis buah lainnya yang relatif sulit ditemui di pasaran.

    Dalam festival yang berlangsung di kampung Marajai yang berada di Pegunungan Meratus tersebut dijejali pengunjung, sehingga jalan menuju desa hanya berupa jalan tanah bebatuan tersebut yang sebelumnya sunyi senyap berubah menjadi hiruk pikuk dan terjadi kemacetan.

    Apalagi acara digelar habis hujan sehingga kawasan menjadi becek tetapi tak mengurangi minat masyarakat untuk menyaksikan festival yang pertama kali terhadap buah lokal yang mulai langka tersebut.

    Bupati Balangan Haji Ansharudin yang hadir bersama para pejabat pemkab setempat mengapresiasi kegiatan tersebut yang disebutkan ini luar biasa sebagai momen untuk mengenalkan buah-buahan langka yang masih tumbuh dan berkembang di wilayah Pegunungan Meratus tersebut.

    "Dengan adanya festival buah ini membuktikan bahwa bumi Kalimantan menyimpan kekayaan yang luar biasa terhadap plasma nutfah, khususnya buah-buahan" kata Ansharudin .

    Kekayaan tersebut harus dilestarikan untuk generasi yang akan datang, makanya Pemkab akan meidentifikasi aneka tanaman buah tersebut untuk diambil bibitnya dan dikembangkan pada lahan seluas tujuh hektare di Taman Hutan Raya Balangan.

    Mulai langka.

    Kian maraknya penebangan hutan yang diiringi dengan perkebunan kelapa sawit dan kebun karet unggul yang terus meluas di berbagai daratan Provinsi Kalimantan Selatan, telah mengubah kondisi hutan yang beraneka ragam buah-buahan khas setempat.

    Belum lagi adanya penambangan batubara yang mengupas lahan yang di atasnya berhutan dengan aneka buah-buahan tersebut, telah menghilangkan ratusan spicies pelasma nuftah yang sebenarnya sangat bernilai jika terus dilestarikan.

    Tadinya dari 1,7 juta hektare lahan hutan di Kalsel, kondisinya terus menurun seiring berkembangnya perkebunan kedua komoditi yang menjadi andalan ekonomi tersebut.

    Belum lagi sekitar 700 ribu hektare lahan yang kering kerontang akibat kebakaran hutan dan eksploitasi lainnya menyebabkan populasi buah-buahan endemik pulau terbesar di tanah itu terus menysut.

    Berkurangnya kayu-kayu hutan membuat sebagian warga setempat terus menebang kayu dari pohon buah-buahan itu sekadar hanya untuk memenuhi kebutuhan pembuatan rumah, pondok, dan bangunan lainnya.

    Termasuk adanya warga yang menebang pohon buah untuk dijadikan vener sebagai bahan pelapis dalam plywood (kayu lapis) untuk kebutuhan ekspos.

    Berbagai tindakan tersebut terus menghilangkan keaneka ragaman hayati berupa buah-buahan tersebut, sehingga dikhawatirkan beberapa jenis buah akan hilang, karena sekarang sudah mulai langka.

    Berdasarkan catatan untuk jenis durian saja di Kalimantan Ini terdapat sekitar 40 jenis, dari semua itu sebagian terbilang unik dan tak ada di daerah lain.

    Sebagai contoh di Kalsel ini seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, juga ada jenis durian durian yang kulitnya kuning keemesan dan isi buah juga kuning keemasan yang disebut penduduk setempat "pampakin" atau di Kaltim disebut buah lai (Durio kutejensis).

    Kemudian ada pula durian berkulit merah kehitaman berduri panjang-panjang, isi warna putih warna biji hitam, rasanya khas yang disebut lahung ((durio dulcis) .

    Ada lagi durian perpaduan antara durian biasa dengan pampakin yang disebut mantaula, lain lagi durian bulat kecil dengan duri panjang dan besar, isisnya warna kuning dan tebal disebut karatongan.

    Satu lagi yang disebut mahrawin (Durio oxleyanus) bentuknya persis karatongan tetapi warna kulit lebih hijau dan bulu yang runcing lebih pendek-pendek.

    Semua jenis durian tersebut, konon, hanya ada di Kalimantan, karena tak pernah ditemukan tumbuh di luar dari habitat aslinya pulau Kalimantan.

    Menurut pemerhati buah-buahan Kalimantan, Hanif Wicaksono, Kalimantan memang surga bagi tanaman buah, hanya saja sekarang populasinya terus menurun akibat eksploitasi lahan yang terus meningkat untuk berbagai kepentingan.

    Menurut dia, akibat kian menghilangnya jenis buah Kalimantan ini menimbulkan banyak keprihatinan yang mendalam akan lenyapnya kekayaan alam tersebut.

    Tak sedikit orang di luar Kalimantan, seperti dari Pulau Jawa yang merasa terpanggil untuk menyelamatkan plasma nutfah tersebut, lalu membeli biji-biji buahan tersebut.

    Hanif sendiri yang pekerjaannya adalah penyuluh program Keluarga Berancana (KB)
    Desa Marajai masih memiliki sejumlah pohon pohonan buah langka endemik Kalimantan.

    Pemerhati buah khas Kalimantan Hanif Wicakcono bersama Kepala Desa Marajai Adi Setiawan kepada penulis membenarkan desa Marajai masih banyak tumbuh pohon-pohonan buah khas Kalimantan yang sekarang sudah mulai langka.

    "Dari sekitar 150 jenis buah lokal Kalimantan yang mulai langka tersebut 100 jenis ada di Marajai" kata Kepdes Adi Setiawan.

    “Kita bersyukur masih ada lokasi lahan yang ditumbuhi aneka buah-buah khas Kalimantan, karena tidak dijadikan kebun karet unggul dan sawit sebagaimana lahan-lahan lainnya di wilayah ini,” kata Adia Setiawan dan Hanif Waicaksono.

    Lantaran masih tersedianya pohon-pohon buah itu maka Marajai merupakan wilayah penghasil buah-buahan jenis langka itu yang banyak dijual belikan, baik ke ibukota kecamatan, ibukota kabupaten bahkan ke daerah-daerah lainnya.

    Untuk jenis durian saja mungkin wilayah Marajai yang paling banyak memberikan kontribusi bagi pedagang durian di Balangan.

    Ada pula sembilan jenis tarap-tarapan, seperti kulidang ((Artocarpus lanceifolius roxb), puyian (Artocarpus rigidus) dan lainnya.

    Buah lainnya yang teridentifikasi di desa bagian dari Pegunungan Meratus tersebut adalah Silulung (Baccaurea angulata) maritam (Nephelium ramboutan-ake) bumbunau (Aglaia laxiflora), babuku ( Dimocarpus longan subspecies malesianus),luying/luing (Scutinanthe brunnea).

    Kemudian juga ada buah kapul (Baccaurea macrocarpa),kalangkala (Litsea garciae),gitaan / tampirik ( Willughbeia angustifolia) dan kumbayau ( Dacroydes rostrata).

    Melihat aneka buah lokal yang merupakan plasma nutfah tersebut telah mencerminkan hutan Kalimantan khususnya Pegunungan Meratus menyimpan kekayaan yang luar biasa yang harus dijaga untuk tidak dieksploitasi baik untuk pertambangan maupun kegiatan ekonomi lainnya, karena itu kekayaan ciptaan tuhan yang nilainya melebihi dari nilai usaha pertambangan dan penebangan lainnya.

    Pewarta: Hasan Zainuddin
    Editor : Imam Hanafi
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest

    Berita Terkait

    Pj Bupati berharap Festival Nanas Mekarsari mengangkat pamor buah lokal Batola

    Pj Bupati berharap Festival Nanas Mekarsari mengangkat pamor buah lokal Batola

    27 Oktober 2024 14:58

    Desa Marajai bersiap gelar Festival Buah Lokal Kalimantan

    Desa Marajai bersiap gelar Festival Buah Lokal Kalimantan

    20 Januari 2020 03:16

    Festival buah lokal

    Festival buah lokal

    14 Januari 2019 10:29

    Festival buah lokal

    Festival buah lokal

    14 Januari 2019 10:23

    Festival buah

    Festival buah

    14 Januari 2019 10:20

    FESTIVAL BUAH LOKAL

    FESTIVAL BUAH LOKAL

    14 Januari 2019 10:18

    Pemkab Balangan apresiasi festival buah lokal Kalsel

    Pemkab Balangan apresiasi festival buah lokal Kalsel

    13 Januari 2019 05:36

    Dua pria di Balangan tipu 43 warga terkait loker PT Jhonlin

    Dua pria di Balangan tipu 43 warga terkait loker PT Jhonlin

    16 Oktober 2025 16:09

    Terpopuler

    Harga emas Antam hari ini stabil Rp2,488 juta/gram

    Harga emas Antam hari ini stabil Rp2,488 juta/gram

    Tim SAR temukan pelatih Valencia yang tenggelam di Labuan Bajo

    Tim SAR temukan pelatih Valencia yang tenggelam di Labuan Bajo

    BMKG: Aceh diguncang 11 kali gempa hingga siang tadi

    BMKG: Aceh diguncang 11 kali gempa hingga siang tadi

    Emas Antam hari ini stabil di harga Rp2,501 juta per gram

    Emas Antam hari ini stabil di harga Rp2,501 juta per gram

    Banjarmasin dilanda banjir rob, Pemkot segera bantu warga terdampak

    Banjarmasin dilanda banjir rob, Pemkot segera bantu warga terdampak

    Top News

    • Tersangka korupsi Perumda Tabalong Jaya dan BRI  Tanjung berstatus DPO

      Tersangka korupsi Perumda Tabalong Jaya dan BRI Tanjung berstatus DPO

      31 Desember 2025 18:20

    • Hari keempat banjir bandang di Balangan, 13.583 jiwa terdampak

      Hari keempat banjir bandang di Balangan, 13.583 jiwa terdampak

      31 Desember 2025 12:44

    • Polsek Banjarmasin Timur gagalkan peredaran 1,4 kg sabu

      Polsek Banjarmasin Timur gagalkan peredaran 1,4 kg sabu

      31 Desember 2025 09:27

    • Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS sempat borgol tangan korban

      Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS sempat borgol tangan korban

      29 Desember 2025 23:30

    • Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS dipecat sebagai anggota Polri

      Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS dipecat sebagai anggota Polri

      29 Desember 2025 19:36

    Antara News kalsel
    kalsel.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Seputar Kalsel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • English News
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA
    notification icon
    Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com