Kotabaru, (ANTARA News Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dalam APBD 2019 mengalokasikan anggaran untuk merevitalisasi atau membangun tiga kawasan pasar yang terbakar di Komplek Pasar Kemakmuran sebesar Rp17 miliar.
"Eksekutif dan legislatif menyetujui anggaran sebesar Rp17 miliar," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kotabaru Mahyudiansyah, Kamis.
Alokasi anggaran itu dibagi untuk pembangunan pasar blok B dan blok F sebesar Rp11 miliar, sedangkan Rp6 miliar sisanya untuk pasar blok M yang tadinya pasar subuh.
Dalam desain awal, pasar blok B dan blok F akan dibangun ulang dengan kapasitas 216 kios sesuai jumlah pedagang aktif. Dan di pasar yang baru nanti satu orang pedagang hanya boleh memiliki satu kios dan kios tak boleh lagi dijadikan gudang.
Sedangkan desain pasar blok M terdiri dari 188 kios dan 282 lapak untuk menampung pedagang pasar subuh dan di sekitarnya yang menempati bangunan darurat di luar pasar.
"Pedagang-pedagang itu tidak ada lagi berlokasi bangunan-bangunan darurat di luar, akan kita tata semua," tegasnya.
Terkait rencana ini, pedagang korban kebakaran yang sekarang menempati kios darurat di lokasi eks kebakaran diminta untuk pindah. Pedagang dapat menempati penampungan di lantai dua pasar blok E yang selama ini kosong.
Memang ada keinginan pedagang untuk dipindah ke halaman Pasar Limbur Raya. Akan tetapi tidak bisa diakomodir dikarenakan ada banyak persoalan yang harus diperhatikan.
Antara lain terkait target pendapatan retribusi parkir di lokasi tersebut, kegiatan pasar Ramadan yang rutin diselenggarakan setiap tahun, dan kelancaran arus lalu lintas.
"Saya sampaikan jangan egois, pasti akan ada efek lain yang akan kita hadapi," kata Mahyudiansyah.
Meski pembangunan pasar yang terbakar baru akan dimulai tahun depan, saat ini pedagang sudah bisa pindah ke penampungan yang disediakan.
"Jadwal dari proses lelang dan segala macam tentatif, tapi kita jangan terlena supaya pembangunan nanti tidak terlambat. Target saya harus selesai minggu pertama Desember," tandasnya.
