Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Hektaran tanaman padi sawah di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan terancam gagal panen karena diserang hama walang sangit (Hemiptera:Alydidae).
Seorang petani di Kelumpang Selatan, Kotabaru, Dasim, Senin mengatakan walang sangit muncul tiba-tiba di areal tanaman padi yang sudah mulai keluar buliran gabah.
"Apabila tidak segera disemprot dengan insektisida, padi yang sudah mulai keluar (red : brobot) akan puso, tidak mau berisi," katanya.
Dikatakan, walang sangit tersebut datang sekitar dua pekan terakhir, terutama saat curah hujan di Kotabaru tergolong tinggi.
Seorang petani lain, Simin menambahkan penanganan hama walang sangit itu tidak bisa lambat, karena berakibat fatal.
"Hujan panas dan kerja keras yang sudah lama dengan biaya yang tidak sedikit ini bisa sia-sia apabila hama walang sangit tidak segera dibasmi," terang dia.
Oleh karenanya, Dasim, Simin dan para petani di Kecamatan Keluampang Selatan sigap dalam menangani masalah hama walang sangit.
Namun disisi lain, bagi petani yang modalnya pas-pasan tidak mampu membeli racun atau insektisida untuk membasmi walang sangit hanya terima pasrah.
Plt Kepala Dinas Pertanian Yudi hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah yang dihadapi petani di Kotabaru.
Sementara itu, walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius, (Hemiptera:Alydidae); syn. Leptocorisa acuta) adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanaman budidaya, terutama padi.
Di Indonesia, serangga ini disebut: kungkang (Sunda), pianggang (Sumatera), dan tenang (Madura).[1] Hewan ini mudah dikenali dari bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu, dan memiliki "belalai" (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan. Walang sangit adalah anggota ordo Hemiptera (bangsa kepik sejati).
Walang sangit menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.
Nama hewan ini menunjukkan bentuk pertahanan dirinya, yaitu mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan "sangit"). Sebenarnya tidak hanya walang sangit yang mengeluarkan aroma ini, tetapi juga banyak anggota Alydidae lainnya.
