Banjarmasin (ANTARA) - Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) HM Rosehan Noor Bachri berpendapat Barito Kuala (Batola), kabupaten yang berada di wilayah barat provinsi ini, cukup menjanjikan.
"Pasalnya Batola selain daerah pertanian yang cukup maju dan berkembang, masyarakat setempat ramah serta 'rakat' (utamakan kebersamaan)," ujar Rosehan atau yang akrab dengan sapaan "Julak Rossi" (Julak panggilan orang Banjar kepada yang dituakan) ketika dikonfirmasi, Ahad.
Julak Rossi, yang juga anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel tersebut, mengemukakan pendapatnya sehubungan hari jadi (Harjad) Batola ke-66 pada 4 Januari.
Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu menambahkan, selain daerah pertanian yang sedang maju, tumbuh dan berkembang, kedudukan Batola pada posisi strategis, karena langsung berada di jalan lintas "trans Kalimantan".
" Trans Kalimantan lintas selatan Kalsel itu mempunyai makna besar, antara lain menghubungkan Kalsel dengan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga Kalimantan Barat (Kalbar) sampai Sarawak Malaysia dan Negara Brunei Darussalam," ujar Rosehan.
Ia berharap, kepemimpinan baru Batola dapat merancang atau mengusulkan Jembatan Barito Kembar guna lebih menunjang kelancaran transportasi Trans Kal yang semakin ramai/padat arus lalu lintasnya.
Sebagai contoh saat kegiatan pengajian rutin 5 Rajab di Sekumpul Martapura (40 km dari Banjarmasin) ibukota Kabupaten Banjar, arus lalu lintas di Jembatan Barito padat, baik ketika kepulangan jamaah maupun sebaliknya.
"Ketika itu jangan kan dua arus berlawanan, satu arus saja sulit, karena banyak pelintas. Oleh karenanya wajar kalau ke depan perlu ada Jembatan Barito Kembar," demikian Rosehan NB sembari menghaturkan Selamat Hari Jadi ke-66 Batola.
