Martapura (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terus mengawal peningkatan kualitas keluarga melalui berbagai program pembinaan yang menitikberatkan pada penguatan sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan ketahanan keluarga di tingkat desa.
Ketua TP PKK Banjar Nurgita Tiyas saat penilaian Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (TPK2D) di Desa Astambul Seberang, Kecamatan Astambul, mengatakan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menciptakan keluarga yang berkualitas dan mandiri.
"Pembinaan yang dilakukan bukan sekadar untuk meraih prestasi dalam penilaian, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk memenuhi hak-hak masyarakat dan meningkatkan taraf hidup mereka," ujar Nurgita di sela kegiatan, Rabu.
Baca juga: Pemkab Banjar gelar lokarya Keluarga Sigap wujudkan generasi emas 2045
Ia menjelaskan pembinaan yang dilakukan TP PKK bersama organisasi perangkat daerah (OPD) mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan lingkungan, penataan pekarangan, pemanfaatan kebun PKK, tertib administrasi hingga peningkatan ekonomi keluarga.
Menurut Nurgita, penguatan sektor pendidikan harus menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk orang tua dan kader PKK pada berbagai tingkatan sehingga tidak ada anak di Kabupaten Banjar yang putus sekolah.
"Pendidikan gerbang perubahan peradaban yang dapat membawa kehidupan ke arah yang lebih baik. Kesetaraan akses pendidikan bagi anak laki-laki dan perempuan harus menjadi perhatian karena pendidikan adalah hak setiap warga negara," ucap Nurgita.
Dikatakan, peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan keluarga diharapkan memberikan dampak luas terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial, seperti menekan angka pernikahan dini, perceraian, serta pencegahan stunting di Kabupaten Banjar.
Baca juga: Bupati minta program P2L tingkatkan gizi keluarga cegah stunting
Baca juga: PKK Banjar perkuat peran kader menuju keluarga berkualitas
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Banjar Erny Wahdini menegaskan kesiapan dengan terus memantau dan evaluasi secara berkala pascapenilaian.
"Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar program yang sudah berjalan dapat berkelanjutan. Berbagai kekurangan yang ditemukan selama proses evaluasi dibenahi bertahap mewujudkan ketahanan keluarga yang mandiri," ucap dia.
Pambakal Desa Astambul Seberang Sahruji menyambut baik pelaksanaan penilaian dan berharap desa yang dipimpinnya mendapat masukan konstruktif dari tim penilai untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
'Keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah sehingga peningkatan kualitas keluarga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap kualitas masyarakat dari aspek kesehatan, ekonomi maupun pendidikan dapat terus meningkat," kata Sahruji.
Pewarta: Yose RizalEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026