Amuntai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, gelar FGD Penyusunan Dokumen Kontijensi Karhutla di Gedung Agung Amuntai, pada Selasa. 

Kegiatan ini dipimpin Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, bersama BNPB guna memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman kebakaran lahan rawa.

Hero menekankan pentingnya keahlian khusus bagi relawan dalam menangani kebakaran hutan karena medan yang sulit.

"Penanganan Karhutla memerlukan pendekatan berbeda karena medan dan kondisi lapangannya jauh lebih sulit dibandingkan kebakaran bangunan," ujar Hero.

Baca juga: Wabup HSU dorong PPDI jadi motor inovasi desa

Hero menjelaskan bahwa Kabupaten HSU memiliki 22 ribu hektare lahan gambut yang sangat rawan terbakar saat puncak musim kemarau.

"Tantangan terbesar justru pada akses lokasi serta keterbatasan sumber air di kawasan hutan dan lahan rawa," tambahnya.

Dia mendorong peningkatan literasi kebencanaan agar masyarakat semakin sadar akan bahaya kebakaran lahan kosong bagi keberlangsungan lingkungan hidup.

"Edukasi sangat penting agar kesadaran masyarakat meningkat, karena kebakaran lahan rawa tetap berdampak langsung terhadap kehidupan kita," tegas Hero.

FGD ini diharapkan menghasilkan dokumen komprehensif sebagai pedoman bersama dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di seluruh wilayah.



Pewarta: Alya Salwa Ramadhina L P
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026