Barabai (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) Samsul Rizal memastikan keberhasilan sektor pertanian di daerahnya mendapatkan tren positif dengan tercapainya status surplus padi yang mencapai 1.200 ton per tahun.

"Capaian ini melampaui kebutuhan daerah yang hanya sebesar 625 ton," kata Bupati Samsul Rizal saat panen perdana di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kamis. 

Dalam kesempatan itu, Bupati memimpin langsung prosesi panen padi perdana di Desa Durian Gantang guna memacu semangat kemandirian pangan sekaligus mempertegas posisi strategis daerah sebagai penyangga utama ketersediaan beras di Kalsel. 

Keberhasilan sektor pertanian di Bumi Murakata ini didukung infrastruktur pengering modern yang tahan cuaca, serta terobosan pemulihan kesuburan tanah melalui aplikasi organik pada 4.000 hektar lahan tadah hujan. 

"Langkah inovatif ini juga menarik perhatian tingkat provinsi untuk diadopsi sebagai standar baru pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan," tuturnya. 

Baca juga: Pemkab HST gerak cepat salurkan bantuan untuk korban kebakaran di Banua Jingah

Bupati mengatakan meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim seperti fenomena El Nino, sinergi antara pemerintah dan petani diharapkan mampu menjaga produktivitas beras lokal tetap stabil dan berkualitas tinggi.

Ia menyatakan, kegiatan panen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kerja keras dalam menjaga ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden. 

"Setiap bulir padi yang dipanen merupakan hasil dedikasi kolektif dalam menjaga kedaulatan pangan di tingkat daerah hingga pusat," tegasnya. 

Orang nomor satu di HST ini juga menekankan pentingnya aplikasi pupuk organik untuk kesehatan lahan jangka panjang, serta mengajak petani dan pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas tanah agar produktivitas tidak menurun. 

“Sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci utama untuk melewati berbagai tantangan perubahan iklim, serta demi menjamin kesejahteraan petani setempat," tuturnya. 

Kepala Dinas Pertanian HST Agustian menambahkan saat ini ketersediaan benih padi di HST terbilang sangat aman dan bahkan surplus.

"Potensi produksi benih dari para penangkar mampu mencapai 1.000 hingga 1.200 ton per tahun,” jelasnya.

Baca juga: Dinas PUPR HST gelar bimtek SMKK, perkuat keselamatan kerja

Menurut Agustian, pencapaian ini memungkinkan Kabupaten HST untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi penyuplai kebutuhan benih bagi daerah lain di sekitarnya.



Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026