Melalui inovasi ini padi ditanam media terapung yang mampu mengikuti naik turunnya muka air

Banjarbaru (ANTARA) - Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian Lahan Rawa (BRMP Rawa) pada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian mengenalkan inovasi rakitan teknologi padi apung di lahan rawa lebak yang sering tergenang air dan sulit ditanami secara konvensional.

"Melalui inovasi ini padi ditanam media terapung yang mampu mengikuti naik turunnya muka air," kata Kepala BRMP Rawa Dr Wahida Annisa Yusuf di Banjarbaru, Senin.

Wahida mengungkapkan teknologi itu telah diterapkan langsung di lahan rawa lebak melalui pengujian lapangan pada Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Banjarbaru.

Baca juga: Kalsel mampu produksi 1,3 juta ton padi meski kemarau panjang 2026
 

Hasilnya, tanaman tetap tumbuh sehat meski berada di atas genangan.

Bahkan telah berhasil panen padi varietas Mekongga yang terbukti mampu beradaptasi dengan baik dan menghasilkan panen optimal mendukung upaya peningkatan produksi padi di wilayah rawa.

Wahida menyebut inovasi rakitan teknologi padi apung bagian dari kontribusi nyata BRMP Rawa dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

"Melalui inovasi teknologi tepat guna yang dapat direplikasi oleh petani kita buktikan rawa bukan masalah," tegasnya.

Bahkan dalam kondisi lahan banjir sekalipun bukan penghalang melainkan peluang untuk pertanian adaptif dan berkelanjutan bagi lahan rawa mendukung ketahanan pangan.

Baca juga: Bupati HSU apresiasi kelompok tani tanam padi sistem apung



Pewarta: Firman
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026