Total luas tanam pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 32.452 hektare,
Kandangan (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan(HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) H Syafrudin Noor menyampaikan syukuran panen dan tanam serentak merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan kemandirian pangan di daerah.
Hal ini disampaikan bupati saat memberikan sambutan dalam kegiatan syukuran panen dan tanam serentak optimalisasi lahan yang dilaksanakan di Desa Kaliring, Kecamatan Padang Batung, HSS, Kamis.
“Kegiatan ini bukan hanya bentuk rasa syukur atas hasil panen yang telah kita capai, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat komitmen kita menuju swasembada pangan, khususnya di Kabupaten HSS,” ujar bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanam padi serentak menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.
Dan momentum tanam padi serentak ini menjadi simbol semangat kebersamaan, gotong royong, dan optimisme dalam membangun daerah.
"Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ucap bupati.
Baca juga: Bupati terima enam calon Paskibraka wakili HSS ke tingkat provinsi
Dalam rangkaian kegiatan ini, Bupati HSS juga turut ambil bagian dalam gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan di 25 provinsi se-Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi drone pertanian sebagai simbol modernisasi sektor pertanian.
Kegiatan ini juga selaras dengan Misi Pembangunan Kabupaten HSS tahun 2025–2029, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pertanian, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, penguatan infrastruktur dalam mendukung ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk petani melalui pelatihan dan pendampingan.
Melalui program unggulan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten HSS terus mendorong peningkatan produktivitas lahan melalui program optimalisasi lahan (OPLAH), penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses pembiayaan serta sarana dan prasarana, serta pengembangan SDM petani.
Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan panen yang disertai tanam kedua melalui program optimalisasi lahan di empat kecamatan dengan luas sekitar 637 hektare. Sementara itu, pada tahun 2024/2025 telah dilaksanakan optimalisasi lahan melalui delapan Brigade Pangan.
Kabupaten HSS memiliki potensi luas sawah sekitar 29.236 hektare, dengan realisasi tanam saat ini mencapai 18.815 hektare. Untuk wilayah Daha, penanaman akan dimulai pada Mei hingga Agustus dengan luas sekitar 13.637 hektare.
"Dengan demikian, total luas tanam pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 32.452 hektare, melebihi luas baku sawah karena adanya pola tanam dua hingga tiga kali dalam setahun," terang bupati.
Baca juga: Kepengurusan KORMI HSS masa bakti 2026-2030 dikukuhkan
Selain itu, hingga kini telah terbentuk 26 Brigade Pangan di Kabupaten HSS yang didukung 161 unit alat dan mesin pertanian, seperti combine harvester, traktor roda dua dan empat, drone, rotavator, mesin tanam, pompa air, dan handsprayer, sehingga petani dapat bertani secara lebih modern.
Menutup sambutannya, Bupati HSS menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan pusat atas dukungan yang telah diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pusat atas dukungannya. Saat ini para petani telah merasakan hasil jerih payah mereka, dengan panen padi yang berlangsung dari Januari hingga Juli seluas sekitar 18.156 hektare, dengan puncak panen diperkirakan terjadi pada Mei hingga Juni,” pungkas bupati.
Adapun dalam rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan zoom meeting bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia, penyerahan bantuan bibit padi kepada petani, serta peninjauan lokasi peternakan ayam petelor sebagai bagian dari penguatan sektor pangan secara menyeluruh.
Turut berhadir, Wakil Bupati HSS H. Suriani, dan Ketua TP PKK HSS Hj. Tata Syafrudin Noor,, Wakil Ketua I DPRD HSS H Husnan hadir langsung dalam kegiatan yang melibatkan Balai Penyuluh Pertanian Kalsel, serta Kelompok Tani Simpang Sanga tersebut.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.