Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) mengakselerasi mekanisasi pertanian melalui Brigade Pangan dengan pemanfaatan drone yang mampu memangkas waktu tanam padi hingga 20 menit per hektare dan alat modern panen jagung hanya satu jam.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Rabu, mengatakan percepatan tersebut menjadi bagian dari strategi efisiensi produksi untuk menjawab keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Untuk penggunaan drone telah diuji di wilayah Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, di mana tiga unit drone mampu menyelesaikan penanaman dalam waktu sekitar 20 menit,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah setempat juga menyiapkan berbagai alat mesin pertanian melalui Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) yang disertai pelatihan operator bagi sumber daya manusia Brigade Pangan.

“Peralatan yang disiapkan meliputi combine harvester, traktor roda empat, serta teknologi tanam berbasis drone untuk mendukung percepatan proses produksi di lapangan,” tuturnya.

Di sektor panen jagung, DPKP Kalsel menyalurkan empat unit combine khusus jagung senilai sekitar Rp500 juta per unit melalui dukungan APBD.

Penggunaan alat tersebut, kata dia, mampu memangkas waktu panen yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi jauh lebih cepat, bahkan dapat diselesaikan hanya dalam satu jam.

Ia menambahkan penguatan Brigade Pangan juga didukung bantuan alat dari pemerintah pusat yang didistribusikan ke kabupaten/kota untuk mendukung cetak sawah dan optimalisasi lahan.

“Modernisasi pertanian menjadi kunci agar sektor pertanian tetap produktif, efisien, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat,” ujar Syamsir.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026