Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Luthfi Syakawi Thayib dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin mengingatkan kaum Muslim agar jangan ikut mengatur yang bukan urusan engkau. 

"Kalau ikut mengatur yang bulan urusan kita bisa timbulkan kekecewaan dan lainnya," ujar Ustadz Luthfi dalam kajian khusus Kalam Ibnu Athaillah Askandari di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut sesudah shalat Subuh Ahad. 

Syekh Ibnu Athaillah itu nama aslinya Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandri tokoh Tarekat Syadziliyah yang merupakan salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia dan di Indonesia  lahir di Aleksandria Mesir Tahun 1206, meninggal dunia di Kairo 1309.

Ustadz Luthfi menjelaskan maksud kalimat atau Kalam Ibnu Athaillah "jangan ikut atur bukan urusan engkau" yaitu manusia selaku hamba Nya jangan mencampuri urusan Allah. 

Baca juga: Ustadz Luthfi ungkap rahasia keshalehan seseorang

Ia mencontohkan dalam hal urusan rezeki yang menentukan Allah atau "hak prerogatif" Allah, sedangkan manusia berkewajiban berusaha. 

Sebagai contoh, seorang pedagang bertekad atau berkeinginan pada hari ini berjualan harus mendapatkan sepuluh juta rupiah, kenyataannya tidak berhasil dan menggerutu atau marah-marah. Sikap/sifat seperti itu sama dengan mencapuri yang bukan urusannya, ujar Ustadz Luthfi. 

"Banyak lagi hal-hal lain yang mungkin tanpa disadari mencampuri urusan Allah dan ketika tidak berhasil hanya kekecewaan yang ada," lanjut ustadz muda tersebut. 

Baca juga: Ustadz Aspani kembali ungkap keutamaan Shalat Israq dan Dhuha

Sebelum mengakhiri tausyiahnya, Ustadz Luthfi mengatakan, pada dasarnya dalam hal mengatur bagi hamba Nya. ada tiga bagian yaitu tercela, dianjurkan dan wajib. 

"Kalau yang tercela itu sams dengan tidak beradab, baik terhadap sesama manusia maupun kepada Allah SWT, misalnya memaksakan keinginan yang sebenarnya bukan urusannyam. Tapi hak prerogatif Allah," pungkas Ustadz Luthfi Syarkawi Thayib. 

Ustadz H Luthfi Syarkawi Thayib saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin sesudah shalat Subuh Ahad (3/5/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026