Barabai (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor konstruksi

"Sektor konstruksi merupakan bidang dengan tingkat risiko tinggi, sehingga memerlukan perhatian serius terhadap aspek keselamatan kerja," kata Bupati HST Samsul Rizal melalui Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hj. Sunar Wiwarni di Aula Hotel Istiqomah Barabai, Selasa. 

Ia menegaskan, setiap pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, hingga gedung memiliki potensi bahaya yang harus dikelola dengan baik.

"Jika diabaikan, risiko tersebut dapat berujung pada kecelakaan kerja hingga kegagalan konstruksi," ujarnya. 

Baca juga: Bawa SINGA SAKTI, Dinas PUPR HST juara 1 Kalsel Innovation Award

Sunar menyinggung peristiwa tragis yang terjadi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang menyebabkan empat pekerja proyek meninggal dunia.

Kejadian tersebut diduga akibat paparan gas berbahaya serta kurangnya penggunaan perlengkapan keselamatan saat para pekerja berusaha saling menolong.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, melainkan harus menjadi budaya yang benar-benar diterapkan di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan SMKK yang dilaksanakan ini menjadi langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terjadi di daerah.

Pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan pembangunan yang tidak hanya cepat dan berkualitas, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman terhadap regulasi dan prinsip SMKK, peningkatan kemampuan teknis dalam penyusunan dokumen keselamatan seperti Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dan RAB SMKK, serta tumbuhnya budaya kerja yang menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari ketepatan waktu dan anggaran, tetapi juga dari nihilnya kecelakaan kerja serta terjaganya keselamatan seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.

Baca juga: Dinas PUPR HST pastikan perbaiki sejumlah ruas jalan amblas

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR HST H Syahidin, menekankan pentingnya mitigasi risiko sejak tahap awal pelaksanaan kegiatan konstruksi. 

Menurutnya, setiap pekerjaan memiliki potensi risiko yang harus diidentifikasi dan diantisipasi sejak perencanaan.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita memahami dan memitigasi risiko dari setiap kegiatan konstruksi. Karena sektor ini sangat rentan terhadap kecelakaan kerja maupun gangguan keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama dua hari pelatihan, para peserta sebanyak 115 orang akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi serta mengelola risiko agar potensi kecelakaan dapat diminimalisir.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dari awal hingga akhir, sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan di lapangan,” pungkasnya. 



Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026