Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Pansus Raperda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) di Kalimantan Selatan Firman Yusi mrngajak perusahaan berkolaborasi membangun Banua lewat Corporate Social Responsibility (CSR). 

"Arti penting kolaborasi atau sinergitas antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam pembangunan Banua itu, saya sampaikan saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Revisi Peraturan Daerah tentang TJSLP," ujar Firman Yusi, Selasa. 

Firman Yusi yang juga Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel menerangkan, Rapat Koordinasi (Rakor) Akselerasi Revisi Peraturan Daerah tentang TJSLP berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) provinsi setempat, 27 April lalu.

Ketika Rakor tersebut, di hadapan para pimpinan perusahaan dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat, Firman Yusi mengajak seluruh korporasi yang beroperasi di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menyalurkan program CSR. 

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu menjelaskan, bahwa revisi Peraturan Daerah (Perda) TJSLP bertujuan untuk menciptakan payung hukum yang lebih kuat dan adaptif, sehingga penyaluran dana CSR dapat lebih terukur dan tepat sasaran.

Baca juga: Kekosongan keanggotaan DPRD Kalsel segera terisi

"Kami ingin perusahaan-perusahaan di Kalsel bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan kolaborasi, kita bisa memastikan program TJSLP sejalan dengan rencana pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat," ujar Firman.

Ia menekankan beberpaa poin penting dalam Rakor tersebut antara lain penrlunya menyelaraskan bantuan perusahaan dengan prioritas daerah seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. 

Selain itu, perlu pula upaya untuk memperkuat sistem pendataan agar kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan Kalsel tercatat dengan baik serta memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan merasakan dampak positif secara berkelanjutan.

Wakil Ketua Pansus Raperda TJSL Firman Yusi saat sebagai narasumber pada Rakor Akselerasi Revisi Peraturan Daerah tentang TJSLP berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kalsel di Banjarbaru, Senin (27/4/2026). (ANTARA/HO Dokumen Pribadi)

Rapat koordinasi tersebut menjadi wadah dialog untuk menyerap aspirasi dari pelaku usaha sebelum Raperda tersebut disahkan menjadi Perda. 

Firman berharap, melalui regulasi yang baru nanti, hambatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat diminimalkan. 

Baca juga: DPRD Kalsel : Jaga kesehatan penting dukung kekhusu'an ibadah haji

"Pemprov Kalsel tidak bisa bekerja sendiri dan saya meyakini perusahaan juga sudah melakukan banyak hal melalui TJSL-nya. Tinggal koordinasi yang perlu ditingkatkan. Kekuatan pendanaan dan inovasi dari sektor swasta melalui TJSLP adalah motor penggerak yang luar biasa jika dikelola dengan sinkron," tambahnya.

Kegiatan yang diinisiasi BAPPEDA Kalsel tersebut dapat mempercepat finalisasi revisi Perda TJSLP, sehingga implementasi kolaborasi pembangunan antara pemerintah dan perusahaan dapat segera dipacu, harap Anggota DPRD Kalsel dua periode itu. 

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026