Tanjung (ANTARA) - Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Bangkiling Raya Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan memperkuat kemandirian pangan berbasis pesantren dengan mengembangkan padi jenis gamagora.
Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), Zuraida Murdia Hamdie menyampaikan kehadirannya dalam seremoni panen padi perdana ini sekaligus menegaskan program budidaya tanaman padi sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kemandirian pesantren.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga proses pembelajaran dan pembentukan kapasitas," jelas Zuraida, Jumat.
Dari budidaya padi gamagora di atas lahan sekitar 0,6 hektare hasil panen menunjukkan capaian yang positif dengan estimasi produksi sekitar 2,5 ton gabah kering giling.
Baca juga: YABN - Adaro siapkan kader posyandu sebagai "Champion" kesehatan desa
Zuraida menambahkan budidaya padi varietas gamagora seluas 0,4 hektare dan padi siam madu 0,2 hektare menjadi tonggak penting pengembangan sektor pertanian tak hanya fokus pada hasil produksi namun aspek edukasi dan pemberdayaan santri.
Para santri terlibat dalam proses uji tanah, persiapan lahan, pelatihan teknis dengan pendampingan dalam penanganan hama dan monitoring pertumbuhan tanaman secara berkala.
Meskipun menghadapi tantangan seperti kondisi ketersediaan air yang tidak merata di beberapa lahan, hasil panen menunjukkan capaian yang positif.
Sebelumnya, Ponpes Miftahul Ulum berhasil melaksanakan program Pesantren Sejahtera oleh YABN dan PT Adaro Indonesia, dengan berkembangnya berbagai unit usaha pesantren seperti budidaya patin dan nila yang berdampak ekonomi nyata.
"Kami ingin pesantren memiliki kemampuan untuk mandiri secara pangan sekaligus mencetak santri yang memiliki keterampilan praktis dan siap berkontribusi di masyarakat,” tambah Zuraida.
Baca juga: Adaro raih penghargaan PROPER dari Kementerian LH
Hasil ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan pesantren sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui skema pengelolaan bersama.
Seremoni panen padi dihadiri Direktur Operasional PT Adaro Indonesia Wahyu Sulistyo, Kepala Teknik Tambang Deny Widihatmoko, Eksternal Relation Division Head Rinaldo Kurniawan, Kepala Deputi Division Head HSE Didik Triwibowo, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), Zuraida Murdia Hamdie pdan Sekretaris YABN, Diah Restu Lestari.
Para pengelola pesantren, santri, dan pendamping program turut mengikuti panen padi perdana ini.
Ke depan, Ponpes Miftahul Ulum berkomitmen terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian ekosistem pemberdayaan pesantren agar menjadi model kemandirian yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai daerah.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026