Tanjung (ANTARA) - Pengembangan ternak sapi dengan pola komunal di Desa Sumber Rejeki Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan salah satu bukti keberhasilan program bina desa yang diinisiasi PT Adaro Indonesia melalui tanggungjawab sosialnya.

Bantuan usaha ternak sapi melalui dana CSR sejak tahun 2017 ini jelas Kepala Desa Sumber Rejeki, Kuwat awalnya untuk membeli empat ekor sapi jantan yang dikelola kelompok dengan sistem bagi hasil.

"Selain untuk pembelian sapi, dana awal juga dialokasikan untuk pengadaan aset desa seperti meja dan kursi," jelas Kuwat, Senin.

Dengan usaha penggemukan sapi hasil keuntungan penjualan dibagi 70 persen  untuk penggaduh (peternak) dan 30 persen kembali ke modal program yang dikelola kelompok bina desa setempat.

Melalui sistem modal bergulir, total dana yang terkumpul dari keuntungan penjualan sapi sejak tahun 2017 hingga tahun 2025 mencapai sekitar Rp300 juta.

Hasil Musyawarah Desa (Musdes) laba tersebut diputuskan bisa dinikmati 625 kepala keluarga di Desa Sumber Rejeki berupa pemberian paket sembako sebesar Rp100 ribu untuk kebutuhan lebaran Idul Fitri tahun 2026.

Selain itu pembelian mobil Pick up seharga Rp70.000.000 (subsidi dana desa Rp30 juta) 

"Kita alokasikan dana untuk pemberdayaan warga 40 persen dan dibagikan ke lingkungan RT untuk dikelola warga pada bulan ini," tambah Kuwat yang menjabat kades sejak tahun 2023.

Baca juga: Milad ke-12 Majelis Riyadhul Muhibbin, Pemkab Balangan apresiasi dedikasi majelis

Melihat ketekunan dan keseriusan kelompok bina desa Sumber Rejeki, usaha ternak sapi ini pun terus mendapat dukungan Adaro berupa infrastruktur kandang sapi komunal dari dana CSR tahun 2022 sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan keuntungan peternak di desa ini.

Sebagai penggaduh atau peternak bagi Supian Atsauri konsep kandang ganda ini memudahkan baginya melakukan perawatan sapi karena hewan ternak terpusat di satu lokasi.

"Saya dibantu tiga pekerja jadi lebih mudah merawat sapi sejak ada kandang komunal bantuan Adaro," ungkap Supian.

Di kandang komunal dengan posisi atau letak sapi berhadapan dan jalur atau lorong di tengah sebagai jalan, Supian juga lebih mudah memberi pakan dan minum.

Kini ada 44 ekor sapi hasil penggemukan yang siap dijual, 36 ekor diantaranya sudah dipesan pembeli dari Kabupaten Balangan dan Tabalong untuk keperluan hari raya kurban yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2026.

Baca juga: Guru PAUD Tabalong - Balangan ikuti penguatan pembelajaran PHBK

Sebagai pendamping lapang bina desa Ahmad Muzaqi dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Balangan usaha penggemukan sapi ini sangat didukung ketersediaan pakan yang melimpah di Desa Sumber Rejeki.

"Kebutuhan pakan berupa rumput mencapai satu pick up untuk tiga hari ditambah pakan alternatif sagu dan dedak," jelas Muzaqi.

Dengan harga jual Rp15 juta sampai Rp25 juta per ekor tergantung berat hidup, sapi hasil penggemukan kelompok bina Sumber Rejeki ini cukup diminati pembeli lokal maupun luar Kabupaten Balangan.

 

Anggota kelompok bina Desa Sumber Rejeki Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan bersama perwakilan PT Adaro Indoensia, YABN dan aparat desa. (ANTARA/HO-Yabn)

"Saat ini tersisa 8 ekor sapi yang belum terjual dari total 44 sapi penggemukan," jelasnya.

Bagi Raisa Kusuma Dewi, staf CSR Program Bina Desa PT Adaro Indonesia sukses yang diraih usaha ternak sapi kelompok bina desa ini tak lepas dari hasil pelatihan dan penguatan yang diberikan perusahaan lewat program capacity building.

Baca juga: Kapolres Balangan dan masyarakat percantik Jembatan Merah Putih

Diantaranya berbagai pelatihan terkait pengembangan demplot hijauan pakan ternak, penerapan teknologi silase, produksi pupuk organik padat, pembuatan pupuk organik cair (POC) & Biourine, pemanfaatan Fly Ash sebagai sumber mineral ternak hingga penguatan Kelembagaan (Reaktivasi GAPOKTAN) serta pembuatan model integrasi BUMDes – GAPOKTAN – Peternak.

"Tahun ini kita fokus untuk memaksimalkan kandang komunal seperti pemanfaatan kotoran hewan dan  perluasan jaringan pemasaran ternak," jelas Raisa.

Mengingat usaha ternak di Desa Sumber Rejeki bukan hanya sapi tapi juga kambing dan kelinci.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026