Tanjung (ANTARA) - Aroma kopi yang khas dari booth Pemerintah Kabupaten Murung Raya di Kalteng Expo 2026 seolah menjadi magnet bagi para pengunjung. 

Di antara beragam produk unggulan yang dipamerkan adalah Kopi Baloi yang tampil sebagai primadona dan berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung selama pameran berlangsung.

Kopi robusta asal Desa Tumbang Baloi itu menjadi salah satu produk andalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) binaan PT Maruwai Coal dan PT Lahai Coal yang ikut meramaikan ajang tahunan tersebut. 

Disajikan dalam dua pilihan menu, yakni manual brew V60 dan kopi jahe, Kopi Baloi menghadirkan cita rasa khas membuat banyak pengunjung kembali datang untuk menikmati secangkir kopi hangat.

Community Development Department Head PT Maruwai Coal, Sri Armiyati, mengatakan respons positif pengunjung terhadap Kopi Baloi dan produk-produk BUMDes lainnya menunjukkan  produk lokal desa memiliki kualitas dan daya saing yang mampu menembus pasar yang lebih luas.

"Sambutan positif terhadap produk BUMDes yang dipamerkan menunjukkan upaya pengembangan ekonomi masyarakat desa mulai membuahkan hasil dan memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan," ujarnya, Sabtu.

Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean yang hampir tak pernah sepi di area penyajian kopi. 

Banyak di antara mereka yang mengaku tertarik dengan karakter rasa kopi lokal Murung Raya yang autentik dan berbeda.

Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah tokoh penting daerah juga turut singgah ke booth Murung Raya.

Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran, Bupati Murung Raya Heriyus M. Yoseph, Wali Kota Palangka  Raya Fairid Naparin serta beberapa kepala daerah lainnya tampak menikmati suasana booth sambil mencicipi Kopi Baloi.

Booth tersebut  menjadi tempat berkumpul berbagai pejabat daerah, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah tingkat provinsi, unsur Kejaksaan Negeri, hingga para camat.

 Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi terhadap produk-produk lokal yang dihasilkan masyarakat desa.

Selain Kopi Baloi, booth Murung Raya juga menampilkan beragam produk unggulan lainnya  dari lima desa binaan, yakni Desa Tumbang Baloi, Desa Batu Tojah, Desa Kohong, Desa Muara Maruwai 2, dan Desa Tawai Haui. 

Produk yang dipamerkan antara lain minyak nilam dan berbagai turunannya, abon ikan, amplang ikan, serta keripik tempe.

Seluruh produk tersebut merupakan hasil pengembangan usaha masyarakat yang didorong melalui program pemberdayaan dan pendampingan ekonomi desa yang dijalankan secara berkelanjutan.

Partisipasi BUMDes binaan PT Maruwai Coal dan PT Lahai Coal dalam Kalteng Expo 2026 pun berakhir manis. 

Seluruh stok produk yang dibawa ke pameran habis terjual hingga penutupan acara.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa produk-produk desa memiliki daya saing dan mampu diterima pasar yang lebih luas.

Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi kelompok tani, pelaku usaha, dan pengelola BUMDes untuk terus meningkatkan kualitas serta inovasi produk yang dihasilkan.

Kalteng Expo 2026 bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga panggung yang memperlihatkan potensi desa-desa di Murung Raya mampu tumbuh dan mendapat tempat di hati masyarakat.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026