Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat program hilirisasi potensi sumber daya industri melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perindustrian Tahun 2026.
Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Miftahul Chair, mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan industri antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
“Rapat koordinasi teknis ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga program-program yang disusun benar-benar selaras dengan arah kebijakan nasional dan visi misi daerah,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa.
Dia menjelaskan, sinkronisasi target nasional dan daerah untuk memperkuat hilirisasi potensi sumber daya industri guna meningkatkan nilai tambah yang berkelanjutan, serta mendorong penguatan industri halal dan optimalisasi kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus yang berdaya saing.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung visi pembangunan daerah serta implementasi arah kebijakan nasional, termasuk dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan mengusung tema “Akselerasi Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi melalui Hilirisasi Industri, Penguatan Industri Halal serta Optimasi Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus yang Berdaya Saing”, Rakornis ini diharapkan mampu menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan kebijakan di bidang perindustrian.
“Melalui forum ini, kita ingin mendapatkan berbagai masukan strategis dari daerah, sehingga rencana kegiatan yang disusun benar-benar berbasis kebutuhan dan aspirasi bersama,” tambahnya.
Rakornis Perindustrian ini diikuti oleh seluruh Dinas Perindustrian dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, serta melibatkan pemangku kepentingan terkait di tingkat provinsi.
Forum ini juga menjadi ruang berbagi informasi terkait kondisi sektor industri di masing-masing daerah, termasuk praktik terbaik dalam pengembangan industri.
Lebih lanjut, Miftahul Chair menyampaikan bahwa salah satu fokus utama pembangunan industri di Kalimantan Selatan adalah penguatan hilirisasi, khususnya pada sektor industri kecil dan menengah melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas.
“Kami berharap melalui Rakornis ini, koordinasi antar seluruh pihak semakin kuat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan saling menguatkan di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026