Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Nilai Ideologi Pancasila atau Sosrev kembali menekankan arti penting kerukunan umat beragama dan antarumat beragama. 

"Kerukunan umat beragama dan antarumat beragama itu guna tetap utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan kebersamaan dalam membangun negeri dan Banua yang sama-sama kita cintai," ujar Suripno di sela-sela Sosrev di Jalan Meratus Banjarmasin, Ahad. 

Ia berharap, dengan Sosrev atau Wawasan Kebangsaan (Wasbang) persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tak akan goyah kendati bertapa dahsyatnya arus globalisasi yang seakan tanpa batas. 

"Pasalnya dengan begitu pesat arus globalisasi digitalisasi berita-berita hoax (bohong) serta paham-paham yang bertentangan nilai-nilai Ideologi Pancasila tidak bisa terbendung lagi," ujar mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Kalsel tersebut. 

Baca juga: Meriahkan harjad HSU, Ketua DPRD Kalsel gelar Lomba Mancing Bersama

Menurut anggota DPRD Kalsel tiga periode yang sudah berusia 78 tahun tersebut, arus globalisasi digitalisasi bisa merupakan tantangan, tapi juga peluang untuk lebih maju. "Jadi yang terpenting bagaimana kita menyikapi," ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat itu. 

Pada kesempatan Sosrev atau Wasbang kali ini menghadirkan Ustadz H. Muhari, pendiri/pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Banjarbaru sebagai narasumber. Sedangkan peserta Sosrev warga serta kader/fungsionaris PKB Kecamatan Banjarmasin Tengah. 

Muhari yang mantan wartawan/penyiar Radio Abdi Persada FM, milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel memaparkan satu persatu butir-butir Pancasila dalam kaitan kerukunan umat beragama dan antarumat beragama. 

Sebagai contoh terkait Sila Pertama; Ketuhanan Yang Maha Esa, Ustadz Muhari menunjuk Al Qur'an Surah Al Kafirun ayat terakhir yang maknanya "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku" mekankan toleransi atau saling menghormati, bukan sebaliknya saling mengejek/menghina.

Kemudian Sila Kelima; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam konteks kerukunan beragama, Ustadz Muhari menganjurkan untuk saling membantu, terutama kepada yang membutuhkan atau bersedekah kepada fakir miskin.

Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Anni Hanisyah saat menyerahkan paket titipan Ketuanya Hj Fathul Jannah Muhidin, usai Anggota DPRD Kalsel H Suripno Sumas laksanakan Sosrev di Jalan Meratus Banjarmasin, Ahad (24/5/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Ketika memaparkan Pancasila dalam konteks kerukunan umat beragama dan antarumat beragama tersebut, Ustadz Muhari dengan gaya kocaknya sehingga peserta Sosrev banyak terpingkal-pingkal ketawa, bahkan ada yang mengeluarkan air mata. 

Di penghujung Sosrev, Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Anni Hanisyah membagi-bagikan paket titipan Ketua Tim Penggerak PKK Hj Fathul Jannah Muhidin guna membantu warga menghadapi lebaran Idul Adha 1447 Hijriyah. 

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026