Banjarmasin (ANTARA) - Pewaris dari seorang jamaah haji asal Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Lutfi Inani yang wafat di pesawat saat kepulangan dari Tanah Suci, mendapatkan santunan dari maskapai penerbangan pada musim haji 2025.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel H Muhammad Tambrin di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, santunan diterima ahli waris dari sang anak almarhum.
Baca juga: Tertunda pulang, satu haji Kalsel dinyatakan wafat di Madinah
"Yang menerima anak almarhum, penyerahan santunan dilaksanakan hari ini di Kantor Kanwil Kemenag Kalsel, Kota Banjarmasin," kata Tambrin.
Adapun maskapai yang memberikan santunan adalah PT Lion Mentari sebesar Rp135 juta.
"Karena maskapai yang melayani keberangkatan dan kepulangan jamaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2025 adalah Lion Air," ujarnya.
Menurut Tambrin, sesuai perjanjian pengangkutan udara jamaah haji Indonesia antara Kementerian Agama dan PT Lion Mentari, perusahaan penerbangan memberikan ekstra cover bagi jamaah yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan penerbangan selama dalam tanggung jawab pihak penerbangan.
Tambrin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak maskapai penerbangan atas santunan tersebut.
Baca juga: 13 haji Debarkasi Banjarmasin wafat di Tanah Suci
"Dan bagi jamaah haji yang wafat kita doakan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman dan ketabahan hati," ucapnya.
Tambrin memastikan komitmen pemerintah melalui Kementerian Agama untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi jamaah haji selama operasional haji, mulai dari berangkat, selama di Arab Saudi sampai kepulangan ke tanah air.
"Perlindungan dimaksud antara lain diwujudkan dalam bentuk asuransi jiwa dan kecelakaan bagi setiap jamaah yang wafat dan mengalami cacat tetap karena kecelakaan," ujarnya.
Embarkasi Banjarmasin pada musim haji 2025 memberangkatkan sebanyak 5.502 orang yang tergabung pada 13 kloter dari Provinsi Kalsel dan Kalteng. Hingga musim haji berakhir terdata sebanyak 14 orang haji wafat.
Baca juga: Kloter 06 Debarkasi Banjarmasin tutup fase pemulangan gelombang pertama dari Makkah
