Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalsel menggelar Pasar Raya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ke-6 guna menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Biro Perekonomian Setda Kalsel Eddy Elminsyah Jaya di sela Pasar Wadai Ramadhan di Banjarmasin, Kamis, mengatakan Pasar Raya TPID merupakan bagian dari langkah konkret pengendalian inflasi, terutama menjelang dan selama hari besar keagamaan nasional yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok.
“Pasar Raya TPID ini salah satu upaya kita menjaga stabilitas harga pangan pokok karena biasanya pada hari besar keagamaan nasional harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan,” ujar Eddy.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin fasilitasi 200 UMKM berdagang di Pasar Wadai
Ia mengatakan pasar tersebut menyediakan sejumlah komoditas strategis seperti beras, telur, bahan pangan pokok lainnya serta tabung LPG bekerja sama dengan Pertamina.
“Komoditas dijual dengan harga distributor agar dapat mempengaruhi harga di tingkat pasar sehingga tetap terkendali,” ujar dia.
Eddy berharap intervensi melalui penjualan harga distributor mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli selama Ramadhan.
Ia mengatakan Pasar Raya TPID dibuka setiap hari selama rangkaian Pasar Wadai Ramadhan berlangsung di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin mulai pukul 15.00 WITA hingga kegiatan berakhir.
Baca juga: 44 perusahaan subsidi pasar murah Banjarmasin 2026
Sementara itu, Ekonom Senior KPw BI Kalsel Teguh Arifyanto mengatakan mereka bersama TPID Provinsi Kalsel mengajak masyarakat memanfaatkan komoditas bersubsidi yang disediakan pemerintah pada momentum tersebut.
“Beberapa komoditas yang dijual di sini mendapat subsidi dari pemerintah. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pasar murah ini agar kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga lebih terjangkau,” ujar dia.
Teguh mengatakan Pasar Raya TPID direncanakan berlangsung selama 10 hari. Apabila antusiasme masyarakat tinggi, pelaksanaan kegiatan tersebut berpeluang diperpanjang sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah selama Ramadhan.
