Banua Anam perlu merencanakan pembuatan sodetan atau saluran air buatan,
Kandangan (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan H Syafrudin Noor menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah kolaborasi yang diinisiasi pemerintah provinsi dalam upaya percepatan pengendalian banjir.
Hal ini disampaikan bupati saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Banjir Kawasan Banua Anam yang dihadiri para kepala daerah se-Banua Anam, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu.
"Kami dari Pemkab HSS berkomitmen melaksanakan pengerukan sungai-sungai di wilayah HSS, sebagai upaya mengurangi pendangkalan dan memperlancar aliran air," kata bupati, mengutip pers rilis Bagian Prokopim Setda HSS.
Dia juga menyampaikan, upaya penanganan banjir di daerahnya telah dilakukan melalui normalisasi Sungai Amandit Lama, sebagai langkah konkret meningkatkan kapasitas aliran air dan meminimalkan potensi genangan saat curah hujan tinggi.
Selain itu, pihaknya meminta dukungan dan solusi dari Pemprov Kalsel, khususnya dalam penanganan wilayah hilir sungai yang berada di luar kewenangan kabupaten, agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Pemkab HSS raih opini kualitas tinggi penilaian pelayanan publik 2025
Adapun Rakor ini digelar Pemprov Kalsel melalui Bappeda Provinsi Kalsel sebagai langkah strategis percepatan pengendalian banjir pada kawasan yang meliputi Kabupaten Tapin, HSS, Hulu Sungai Tengah, HSU, Balangan, dan Tabalong dalam lingkup hidrologi Wilayah Sungai (WS) Barito.
Sebelumnya, rakor dibuka secara langsung Gubernur Kalsel H. Muhidin, didampingi Bupati HSU H. Sahrujani dan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel Suprapti Tri Astuti.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa sinergitas antar kabupaten harus dilakukan secara terpadu dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Alhamdulillah hari ini kita hadir bersama-sama berkumpul, bupati/wakil bupati kabupaten Banua Anam beserta jajaran dinas terkait membahas persoalan banjir ini. Jangan sampai ini menjadi seremonial saja, jadi harus ada aksi yang dilakukan,” ujar gubernur.
Gubernur juga menekankan pentingnya langkah cepat, terukur, dan terintegrasi, termasuk percepatan normalisasi sungai, perbaikan saluran air, serta pengerukan pada titik-titik pendangkalan.
Selain itu, sebagai langkah awal penanganan, Banua Anam perlu merencanakan pembuatan sodetan atau saluran air buatan, untuk mengalihkan sebagian debit air sungai saat volume tinggi guna mengurangi beban aliran utama dan mencegah banjir di kawasan padat penduduk.
“Kolaborasi antara provinsi dan kabupaten di Banua Anam ini salah satunya adalah pembuatan sodetan, kita akan anggarkan di perubahan tahun ini,” ucapnya.
Baca juga: Bupati HSS apresiasi Ponpes Dalpa cetak generasi berilmu dan akhlak mulia
Sementara itu, Bupati HSU H Sahrujani menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Gubernur Kalsel dalam rakor tersebut.
“Mewakili seluruh kabupaten Banua Anam, kami sangat berterima kasih Pak Gubernur berkenan hadir membuka dan memimpin rakor ini. Ini wujud bahwa Pemprov Kalsel memang benar-benar hadir untuk kami, dalam menangani banjir yang menjadi momok luar biasa,” tuturnya.
Rakor dirangkai penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama Program Terpadu Penanganan dan Pengendalian Banjir Kawasan Banua Anam.
Salah satu poin pentingnya adalah komitmen enam kabupaten melaksanakan program pengendalian banjir secara terkoordinasi, dan terpadu lintas wilayah administrasi guna meminimalisir dampak sosial dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan juga diisi pemaparan Rencana Aksi Pengendalian Banjir WS Barito oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, serta konsep pengendalian banjir kawasan Banua Anam berdasarkan desain perencanaan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalsel.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026