Banjarmasin (ANTARA) - Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) DR H Hairul Budaya mengungkapkan rahasia Ramadhan mubarak atau Ramadhan penuh berkah.
"Pengertian Ramadhan mubarak yaitu segala amal kebajikan mendapatkan ganjaran pahala bukan cuma berlipat ganda, tapi berganda-ganda," ujar dosen Fakultas Tarbiyah UIN Antasari tersebut dalam tausyiahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat Subuh Kamis.
Ia mencontohkan dalam pelaksanaan puasa Ramadhan nilai pahalanya tiada ternilai atau nilainya tak terbatas. "Karena sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur'an, bahwa puasa Ramadhan itu untuk Aku (Allah) dan Aku yang akan memberikan pahalanya kata Allah," kutip Hairul.
Baca juga: Ustadz Walad : Puasa Ramadhan untuk peningkatan kualitas diri
Contoh lain, lanjut Hairul yang menggantikan Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie itu, pada Ramadhan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu "lailatul qadar" (malam qadar).
"Malam qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Namun tak seorangpun yang tahu kapan kepastian malam qadar tersebut,".ujar Hairul di hadapan jamaah Shalat Subuh di masjid pertama/tertua di Komplek Beruntung Jaya tersebut.
Ia menyebutkan berkah-berkah lain pada Ramadhan,.Allah bukakan pintu surga dan Allah tutup pintu neraka sebagaimana Hadits Rasulullah Muhammad saw riwayat Buchari - Muslim.
"Banyak lagi contoh kemubarakan Ramadhan kalau kita mau menelusuri lebih jauh dari mendalam," tambah dosen Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PETAIN) tertua di Kalsel atau Pulau Kalimantan itu.
Baca juga: Ustadz Aspani kembali ungkap keutamaan Shalat Israq dan Dhuha
Oleh sebab itu, lanjutnya, sangat rugi seorang Muslim yang tidak memanfaatkan secara maksimal Ramadhan atau momentum yang penuh berkah tersebut.
"Mumpung selagi bertemu Ramadhan. Sebab kita tidak bisa memastikan, apakah akan bertemu lagi Ramadhan mendatang, karena faktor usia tak seorangpun yang tahu," demikian Hairul Budaya.

