Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin menyatakan, bahwa puasa Ramadhan merupakan ujian iman bagi seorang Muslim.
"Oleh karenanya, puasa Ramadhan salah satu tuluk ukur keimanan bagi seorang Muslim. Sebab puasa itu hanya Allah yang tahu, sedangkan manusia bisa dikelabui," ujar Guru Saiful dalam tausyiahnya sesudah shalat Subuh Ahad.
Guru yang juga pengasuh salah satu pondok tahfiz (hafal Qur'an) di Kota Banjarmasin itu menambahkan, bahwa musuh yang paling besar pada bulan puasa Ramadhan yaitu nafsu.
Baca juga: Guru Saiful nyatakan nikmat di nikmat bertemu zat Allah
"Memang pada bulan puasa Ramadhan syaitan yang merupakan musuh berat manusia dipasung, tapi masih ada musuh besar yaitu nafsu," kata Guru Saiful.
Ia menjelaskan, bahwa Allah memberikan nafsu dan akal kepada manusia. "Karenanya Allah menciptakan manusia sebaik-baiknya kejadian, kecuali bagi orang yang tak beriman... ".
Dalam tausyiahnya Guru. Saiful mencontohkan refleksi dari nafsu antara lain "katuju diambung dan sarik amun dihina (senang dipuji dan marah kalau dihina)".
Contoh lain dari nafsu malas beramal ibadah seperti memperbanyak baca Al Qur'an pada bulan Ramadhan serta shalat tarawih.
"Berbeda dengan akal/orang berakal; ketika mendapat sanjungan/pujian biasa-biasa saja dan saat dihina tidak marah," lanjut Guru Saiful.

Pada kesempatan tersebut, Guru Saiful menganjurkan ziarah kubur (menziarahi orang tua yang sudah tiada) menjelang Ramadhan bagi yang memungkinkan.
Baca juga: Guru Saiful singung "Arba Musta'mir"
Karenanya pula sebelum mengakhiri tausyiah, Guru Saiful memberi amalan yaitu pada malam awal Ramadhan (sesudah Shalat Maghrib) baca Surah Al Fath dengan harapan semoga Allah bukakan untuk rajin beramal ibadah.
