Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari menyinggung "Arba Musta'mir" atau Rabu terakhir pada bulan Shafar, dalam tausiyhnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat Subuh Ahad.
"Dalam Al Qur'an dan Hadits Rasulullah Muhammad saw memang tidak ada menyinggung Arba Musta'mir. Arba Musta'mir itu hanya ilham dari/ulama," ujar Guru Saiful.
Menurut dia, walau mengenai Arba Musta'mur bukan Sunnah Rasulullah saw atau hanya ilham wali/ulama, tapi tidak salahnya kaum Muslim untuk mewaspadai serta melakukan kebajikan dan langkah-langkah antisipasi atau usaha ikhtiar guna terhindar dari segala bala bencana.
Sebagai contoh terlepas benar atau tidak terhadap pendapat bahwa pada Arba Musta'mir turun ratusan ribu macam bala sehingga ada anjuran mandi dan shalat menolak bala, serta membaca Surah Yasin di ayat (58) membacanya 313 kali.
Guru Saiful menyatakan, bala luar biasa yaitu saat kematian seseorang, yang bersangkutan tidak husnul khatimah atau bukan dalam keadaan baik (maksud ingat pada Allah SWT).
Ia menambahkan, salah satu cara menolak bala bersedekah kepada anak yatim, fakir miskin atau mereka yang membutuhkan atas sedekah tersebut.
"Sedekah yang abdal atau dianjurkan kepada keluarga, karena setidaknya ada dua nilai/keuntungan yaitu membantu keluarga sendiri dalam kesusahan serta menjaga silaturahmi," tambah Guru Saiful.
Pada kesempatan tersebut, Guru Saiful juga menyinggung masalah jenzah antara lain kalau mayat itu pemakamannya berjarak 96 kilometer atau lebih, sebaiknya dimandikan terlebih dahulu.
"Sebab dengan perjalanan jauh membawa jenazah, tanpa dimandikan terlebih dahulu kemungkinan bisa mengganggu perjalanan tersebut," ujar Guru Saiful.
Ia mencontohkan, ketika kematian Tuan Guru Zuhdi di Jakarta beberapa tahhun lalu, mayatnya dimandikan terlebih dahulu sebelum dibawa ke Banjarmasin. Padahal di Banjarmasin kurang apa? Banyak Tuan Guru siap memandikan.

