Kandangan (ANTARA) - Pemkab Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), bakal segera membangun 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di daerah terpencil.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) HSS H Muhammad Noor saat peninjauan proses pembangunan di salah satu dapur MBG (SPPG) di Desa Hamak Timur, Kecamatan Telaga Langsat, Kamis.
Peninjauan ini dilakukan sekda yang didampingi Camat Telaga Langsat Sar Ifansyah, serta owner (investor), dan jajaran Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) HSS.
"Kita menyadari pentingnya pemerataan manfaat program ini, dan ini adalah salah satu SPPG terpencil yang kita tinjau hari ini," kata sekda.
Pihaknya berharap MBG juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan anak-anak terpencil yang ada di wilayah ini untuk bisa mendapatkan makanan yang layak dan bergizi, sebagaimana sudah dilakukan di kawasan perkotaan.
Baca juga: HSS raih penghargaan "Kabupaten Sangat Inovatif" IGA 2025
Sekda mengungkapkan bahwa program pembangunan SPPG terpencil merupakan bentuk perhatian serius Bupati HSS dalam menyukseskan program nasional ini.
Secara keseluruhan, Pemkab HSS menargetkan pembangunan sebanyak 18 SPPG terpencil yang akan tersebar di berbagai wilayah kabupaten.
Beberapa titik terpencil lainnya seperti Malilingin, Loksado, Malinau, Panggungan, Kamawakan, Haratai dan termasuk di wilayah Daha seperti Desa Muning Dalam, segera menyusul.
Pemerintah Daerah telah bertemu dengan para investor untuk merealisasikan rencana ini, dan setidaknya sudah ada enam SPPG yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat.
Setiap SPPG Terpencil ini diproyeksikan memiliki kuota layanan sekitar 350, hingga 400 porsi makanan bergizi.
Selain memastikan kecukupan gizi, program pembangunan dapur MBG di kawasan terpencil ini juga memiliki dampak signifikan terhadap perekrutan tenaga kerja lokal.
Setiap dapur MBG yang beroperasi di lokasi terpencil direncanakan akan mempekerjakan sekitar tujuh hingga delapan orang pekerja dari masyarakat setempat.
"Yang terpenting bahwa untuk dapur MBG kawasan terpencil ini, bisa merekrut para pekerja sekitar, sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang ada," ucap sekda.
Baca juga: BPKPD : Realisasi pendapatan daerah HSS lampui target
Bahkan, menurut sekda juga berharap untuk pemenuhan bahan baku pun juga disuplai oleh masyarakat sekitar yang berstatus petani atau pekebun, sehingga ikut meningkatkan perekonomian warga.
Meskipun demikian, pembangunan SPPG MBG di daerah terpencil tidak luput dari tantangan besar. Pihaknya menyoroti masalah akses mobilitas dan distribusi makanan yang sulit.
"Tantangan terbesar untuk daerah terpencil sendiri adalah akses mobilitas dan distribusi makanan yang perlu dilakukan dengan inovasi tertentu, karena beberapa akses jalan tidak bisa menggunakan roda empat atau mobil," ungkapnya.
Oleh karena itu, Pemkab HSS menaruh harapan besar kepada para investor untuk memiliki dan menerapkan cara terbaik serta solusi inovatif dalam mengatasi kendala logistik ini, demi memastikan makanan bergizi dapat sampai kepada anak-anak yang membutuhkan.
