Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda secara simbolis menyerahkan program pembangunan Local Sustainability Development Project (LSDP) senilai Rp150 miliar untuk Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Rifqi menyerahkan kepada Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat kegiatan buka puasa bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin dengan mitra kerja, para penggerak bank sampah, TPS-3R serta sejumlah tokoh masyarakat yang selama ini aktif dalam gerakan lingkungan, di Balaikota Banjarmasin, Jumat.
Program yang diserahkan DPR RI untuk Kota Banjarmasin tersebut dinyatakan Rifqi didukung pembiayaan dari Bank Dunia yang difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu mulai 2026 hingga 2028, termasuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), penguatan TPS dan TPS-3R, hingga pengembangan nilai ekonomi dari limbah.
Baca juga: Banjarmasin menjajaki kerja sama investor bangun pabrik pengolahan sampah
"Saya sebagai warga Kota Banjarmasin yang saat ini mendapat amanah sebagai Ketua Komisi II DPR RI hari ini menyerahkan secara simbolik program LSDP. Program ini akan memperkuat pembangunan TPST, TPS, TPS3R, serta meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah sampah," ujarnya.
Dia menilai Banjarmasin memiliki posisi strategis sebagai etalase Kalimantan Selatan, sehingga wajah kota harus mencerminkan kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang baik.
"Banjarmasin adalah etalase Banua. Kesan pertama orang luar ketika datang ke Kalimantan Selatan dilihat dari kota ini. Karena itu kita berharap Banjarmasin yang bersih, indah, dan sejuk bisa benar-benar terwujud melalui penguatan sistem pengelolaan sampah," ujarnya.
Program tersebut menjadi peluang besar bagi Banjarmasin yang selama ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, terutama karena karakter wilayahnya yang didominasi sungai dan permukiman padat.
Baca juga: Banjarmasin gerakkan ribuan agen 3R tanggulangi sampah rumah tangga
Rifqi pun yakin dengan dukungan kinerja jaringan bank sampah dan TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang solid maka persoalan sampah dapat teratasi.
Lebih jauh, Rifqi melihat upaya Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap penanganan sampah dalam satu tahun terakhir cukup kuat, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah.
"Saya melihat ikhtiar Pak Yamin sebagai wali kota sangat kuat. Karena itu kita tidak bisa hanya saling mengkritik. Saatnya kita berkolaborasi dan bergotong royong menyelesaikan persoalan kota, termasuk masalah sampah,” tegasnya.
Rifqi juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan kota tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh warga, termasuk para pendatang.
"Jangan hanya datang menikmati indahnya kota, tapi juga ikut menjaga kebersihannya. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya sudah menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menyatakan, dukungan DPR RI ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pemerintah kota membenahi sistem pengelolaan sampah yang selama ini terus diperbaiki melalui pendekatan kolaboratif.
Dukungan program ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir di Banjarmasin. Selain memperbaiki infrastruktur pengolahan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan daerah serta membuka peluang ekonomi baru dari pengelolaan limbah.
"Jika dijalankan secara konsisten, penguatan sistem ini berpotensi menjadikan Banjarmasin sebagai salah satu contoh kota yang mampu mengelola sampah secara terpadu," demikian katanya.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026