Martapura (ANTARA) - Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Saidi Mansyur mengapresiasi peran guru yang telah memberikan banyak sumbangsih kepada generasi penerus pada peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
"Kami berikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi guru yang telah berperan besar dalam mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar," ujar Saidi di Kota Martapura, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan bupati pada puncak peringatan HUT ke-80 sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 yang diikuti ribuan guru di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura.
Baca juga: Bupati Banjar Saidi Mansyur raih penghargaan PGRI Dwija Praja Nugraha 2025
Menurut Saidi, guru merupakan ujung tombak kemajuan bangsa sehingga Pemkab Banjar berkomitmen melalui berbagai kebijakan dan program nyata untuk lebih memajukan pendidikan demi kemajuan daerah.
Saidi menyebutkan, sejumlah program strategis yang dijalankan Pemkab Banjar, antara lain Satu Desa Satu PAUD sebagai fondasi pendidikan usia dini, serta persiapan kerangka Wajib Belajar 13 Tahun.
"Pemkab Banjar juga terus mengatasi persoalan Anak Tidak Sekolah melalui identifikasi lapangan dan penyediaan solusi pendidikan alternatif, termasuk sekolah terbuka dan pendidikan nonformal," ungkapnya.
Ditekankan Saidi, tujuan mengatasi Anak Tidak Sekolah (ATS) agar seluruh anak di Kabupaten Banjar mendapatkan hak yang sama untuk belajar sehingga masa depan mereka lebih baik di masa mendatang.
Saidi juga berpesan agar para guru tetap istiqamah menjalankan amanah mulia, memanfaatkan teknologi bijak tanpa meninggalkan karakter dan budaya, serta selalu menanamkan optimisme kepada peserta didik.
Baca juga: Bupati Banjar luncurkan program strategis pendidikan dan kesehatan
Kegiatan diisi pengukuhan Nurgita Tiyas sebagai Ibunda Guru Kabupaten Banjar oleh Ketua PGRI Banjar Zainal Arifin. Selain itu, PGRI menyerahkan penghargaan Dwi Praja Nugraha kepada Bupati Banjar Saidi Mansyur.
Ketua PGRI Zainal Arifin menegaskan pengukuhan Ibunda Guru bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan sekaligus penguatan kolaboratif untuk semakin memajukan pendidikan daerah.
