Kandangan (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) H Syafrudin Noor menerima dua penghargaan nasional, yakni penghargaan daerah berkinerja baik penurunan stunting, serta dana insentif fiskal tahun berjalan 2025.
Penghargaan daerah berkinerja baik penurunan stunting diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta dana insentif fiskal diserahkan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) percepatan penurunan stunting Tahun 2025, di Sekretariat Wapres, mengutip pers rilis Diskominfo HSS, Jakarta, Kamis.
"Alhamdulillah penghargaan ini menjadi dorongan besar dari pemerintah pusat bagi kita, dalam memperkuat kita dalam upaya menurunkan angka stunting menuju generasi sehat dan berkualitas di daerah," kata bupati dalam keterangan.
Baca juga: HSS raih berbagai penghargaan bidang kesehatan tingkat provinsi
Selain itu, dengan semangat kolaborasi yang mengemuka dalam rakornas, maka menjadi penegasan kembali semua pihak termasuk dari Pemkab HSS, untuk terus mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045, melalui langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan dalam percepatan penurunan stunting.
Dalam rakornas tersebut, Bupati HSS berhadir bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Dinas Kesehatan HSS, bentuk keseriusan daerah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di HSS.
Rakornas sendiri mengangkat tema “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting”, menjadi wadah penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyatukan langkah dalam mewujudkan Indonesia bebas stunting.
Baca juga: Pemkab HSS raih penghargaan ANRI 2024 kategori A
Dari hasil rakornas diketahui Pemerintah Pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada tahun 2029 dan lima persen pada tahun 2045, sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.
Sebelumnya, Indonesia telah mencatat capaian signifikan, dengan penurunan prevalensi stunting dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 19,8 persen pada tahun 2024.
