Rantau (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak keluarga menjadi garda terdepan dalam mencegah praktik perkawinan anak yang dinilai masih marak terjadi di masyarakat.
Ketua TP PKK Tapin Hj. Faridah Yamani mengatakan, perkawinan anak merupakan persoalan serius yang berdampak luas terhadap masa depan generasi muda.
Baca juga: PKK Tapin latih kader desa tingkatkan kemampuan komunikasi
“Perkawinan usia dini merampas hak anak atas pendidikan, kesehatan, dan perkembangan diri. Mereka rentan mengalami kekerasan, kemiskinan, dan kehilangan masa depan,” ujar Faridah usai membuka kegiatan pembinaan penguatan karakter keluarga di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.
Faridah menyebutkan, kader PKK di tingkat kecamatan dan desa harus menjadi pelopor dalam menyebarkan pemahaman tentang bahaya perkawinan anak di lingkungan masing-masing.
“Mari kita menjadi garda terdepan, gunakan kesempatan ini untuk berbagi informasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat,” kata Faridah.
Ia mengungkapkan, upaya mencegah perkawinan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga peran aktif keluarga serta komunitas.
Baca juga: PKK Tapin ajak masyarakat berperan cegah perkawinan dini
“Kita ingin melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan. Gerakan ini harus kita sukseskan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3A) Tapin, Hj. Marsidah menyebutkan kegiatan pembinaan penguatan karakter keluarga ini menjadi momentum memperkuat peran keluarga dalam mencegah perkawinan anak.
“Melalui pembinaan ini, kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa anak berhak tumbuh dan berkembang tanpa tekanan untuk menikah di usia muda,” katanya.
Marsidah menyebutkan pembinaan penguatan karakter keluarga ini merupakan bagian dari Gerakan Bersama Kita Cegah Perkawinan Anak (Gepak), dengan menghadirkan materi peranan penting keluarga dalam membentuk karakter dan melindungi anak dari risiko perkawinan dini.
Baca juga: TP PKK Kalsel sebut karakter anak dibentuk sejak dini
