Banjarmasin (ANTARA) - Gabungan Istri Wakil Rakyat atau Gatriwara DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) nyatakan dukung penguatan integrasi pasangan yang menjadi anggota legislatif provinsi setempat.
Ketua Gatriwara DPRD Kalsel Hj. Faridah Supian HK menyatakan dukungan itu sesudah mengikuti Pelatihan Integritas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Pasangan di Banjarmasin, Rabu.
Baca juga: Gatriwara DPRD Kalsel dan Kabupaten Balangan perkuat sinergi
Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Gedung B DPRD Kalsel.
Menurut Sekretaris Gatriwara DPRD Kalsel Dina Astarina Taufik, pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran integritas tidak hanya di ruang publik, tetapi juga di lingkungan keluarga.
“Karena peran istri atau pendamping sangat besar dalam menumbuhkan budaya jujur, disiplin, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menegaskan, Gatriwara Kalsel berkomitmen mendukung upaya pencegahan korupsi melalui pembinaan karakter dan nilai moral di rumah tangga para wakil rakyat.
Menurutnya, keterlibatan aktif pasangan legislatif menjadi faktor penting dalam menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPRD.
Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kalsel II Hj. Mariana atau Hajjah Ana yang turut berhadir memberikan apresiasi atas inisiatif DPRD Kalsel dan Gatriwara dalam menggelar pelatihan integritas tersebut.
Hj Ana juga berharap kolaborasi antara lembaga legislatif dan KPK terus berlanjut untuk memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya kejujuran dan tanggung jawab.
“Ini acara yang sangat bagus, memberi pencerahan bagi istri maupun pendamping. Kita sama-sama menghimbau agar terus menjaga diri dari tindakan yang berpotensi korupsi dan berani mengatakan stop korupsi,” ujar Hj Ana atau mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel.

Sebagai narasumber utama, Suharsi, praktisi penyuluh antikorupsi LSP KPK, turut memberikan pembekalan dengan pendekatan yang interaktif.
“Kami ajak para peserta pelatihan dengan game yang mengasah fokus dan menegaskan budaya antikorupsi. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran budaya antikorupsi sehingga tercipta lingkungan keluarga yang berkualitas,” ujarnya.
Baca juga: Gatriwara Tapin bagikan 300 porsi makanan, kampanyekan antinarkoba
Menurutnya, budaya antikorupsi harus dimulai dari rumah tangga. Bila keluarga mampu menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab, maka lingkungan sosial dan lembaga publik juga akan terbangun dengan nilai-nilai integritas yang kuat.
