Sidang pleno ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan efektivitas sistem irigasi di Tanah Laut. Semua pihak harus berkolaborasi secara terencana dan terpadu, baik pemerintah, petani, maupun masyarakat pengguna air,
Pelaihari (ANTARA) - Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan H Rahmat Trianto menyebutkan, irigasi merupakan urat nadi sektor pertanian dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
“Sidang pleno ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan efektivitas sistem irigasi di Tanah Laut. Semua pihak harus berkolaborasi secara terencana dan terpadu, baik pemerintah, petani, maupun masyarakat pengguna air,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masturi yang membacakan sambutan bupati pada Sidang Pleno II 2025 yang digelar Komisi Irigasi di Banjarmasin, Senin.
Dia menegaskan, keberhasilan pengelolaan irigasi tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan partisipasi aktif masyarakat.
Dia berharap, Sidang Pleno II menghasilkan rumusan kebijakan dan rekomendasi konkret yang mampu meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Baca juga: Cetak rekor, Bupati Tanah Laut produksi 279 ribu ton padi
“Dengan kerja sama dan kebersamaan, kita wujudkan pengelolaan irigasi yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk kemajuan pertanian Tanah Laut,” tutupnya.
Sementara, Sekretaris I Komisi Irigasi Orbit Setiawan Nurcahyo dalam laporannya menyampaikan, sidang pleno merupakan agenda rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air dan mendukung ketahanan pangan.
Orbit menjelaskan, peningkatan hasil pertanian dengan total produksi mencapai 176.518 ton gabah atau sekitar 80 ribu ton beras, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat Tanah Laut.
“Alhamdulillah, Tanah Laut sudah mampu memenuhi kebutuhan berasnya sendiri. Ini hasil kerja sama yang solid antara pemerintah, petani dan kelembagaan pengelola air,” demikian tutupnya.
Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masturi dihadiri perwakilan Komisi Irigasi Provinsi Kalimantan Selatan, SKPD terkait lingkup Kabupaten Tanah Laut, kelompok tani dan pihak lainnya.
Baca juga: Distanhorbun Tanah Laut: Kebutuhan bawang merah capai 974,8 ton per tahun
Pewarta: AriantoEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026