Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman menyatakan, 14.000 hektare luas lahan program cetak sawah di provinsinya telah ditanami padi.

Dia di Banjarbaru, Senin, menyampaikan, luas 14.000 hektare tersebut terbagi di beberapa kabupaten, di antaranya di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Barito Kuala.

"Ada yang baru ditanami, ada yang sudah memasuki masa panen," ujarnya.

Dinyatakan Syamsir, dengan keberhasilan penanaman pada program dari pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan ini, diperkirakan akan menyumbang puluhan ribu ton gabah kering untuk stok pangan nasional.

Baca juga: Kalsel akselerasi pertanian tanam pakai drone 20 menit dan panen 1 jam

"Kita bersyukur program cetak sawah di provinsi kita sudah memperlihatkan keberhasilan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ungkap dia, program cetak sawah di Provinsi Kalsel yang dicanangkan pemerintah pusat sejak 2025 ditarget seluas 30.000 hektare.

"Tercatat baru seluas 16.438 hektare telah dikerjakan, kini sudah 14.000 hektare sudah ditanami," ujarnya.

Syamsir menyebutkan, program cetak sawah di Provinsi Kalsel tetap dilanjutkan pada 2026 untuk menyelesaikan target tersebut, yakni langsung ditangani Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian RI.

Baca juga: DPKP Kalsel percepat musim tanam guna cetak sawah 30.000 ha

Menurut Syamsir, program cetak sawah ini sangat signifikan meningkatkan produksi padi di Kalsel, yakni sekitar 70 ribu ton dengan asumsi per hektare lahan memproduksi lima ton gabah.

Diungkapkan dia, saat ini produksi gabah kering dengan lahan persawahan yang ada, yakni yang terbesar di wilayah Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut dan daerah hulu sungai mencapai 1,2 juta ton pada 2025.

"Ini membuktikan Kalsel sebagai lumbung pangan nasional, khususnya untuk regional Kalimantan," ujarnya.



Pewarta: Sukarli/Latif Tohir
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026