Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan melalui penerapan pertanian modern Advanced Agriculture System (PMAAS) dengan target luasan sekitar 60 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tabalong Fahrul Raji mengatakan, sistem budidaya pertanian
modern ini menerapkan mekanisasi dan teknologi pertanian guna dongkrak produktivitas dan efisiensi usaha tani.
"Tanam perdana sistem pertanian modern telah kita laksanakan di Desa Jaro Kecamatan Jaro untuk mendukung program swasembada pangan berkelanjutan," jelas Fahrul, Jumat.
Selain Desa Jaro (20 hektare), program inovasi Kementerian Pertanian ini akan dilaksanakan di Desa Garagata dengan luasan 7,5 hektare, Desa Nalui 21,5 hektare dan Desa Bilas 11 hektare.
"Untuk pelaksanaannya kita menggandeng Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalsel," jelas Fahrul.
Teknologi pertanian modern ini fokus pada peningkatan produktivitas 9 sampai 10 ton per hektare melalui penggunaan benih rapat (tabela), mekanisasi, irigasi presisi, dan drone untuk pemupukan serta pengendalian hama.
Baca juga: Inspektorat Daerah Tabalong kendalikan inflasi dengan inovasi SI PEDAS
Kelompok tani sasaran program mencakup Poktan Desa Jaro, Poktan Bunga sari Desa Garagata, Poktan Setia Bakti Desa Nalui, Poktan Sumber Rezeki Desa Nalui, Poktan Karya Bersama Desa Nalui dan Poktan Rukun tani Sentosa Desa Bilas.
Sebelumnya pelaksanaan tanam perdana sistem PMAAS di Desa Jaro Kecamatan Jaro dihadiri Wakil Bupati Tabalong Muhammad Habib Taufani Alkaf, tenaga ahli Menteri Pertanian Prof Muhammad Arsyad, forkopimca, Gapoktan dan PPL.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026