Pelaihari (ANTARA) - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Faried Widiatmoko menyebutkan kebutuhan bawang merah mencapai 974,8 ton per tahun.
"Sementara produksi lokal sekitar 91,35 ton, defisit kebutuhan bawang merah mencapai 883 ton dipasok dari luar Kalimantan" kata Faried di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Rabu.
Baca juga: Pemkab Tanah Laut: Temu Teknis perkuat pengetahuan penyuluh dan petani
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan harga bawang merah sangat fluktuatif, apalagi saat cuaca buruk mengganggu distribusi.
"Makanya kita harus perkuat produksi lokal,” ucapnya.
Secara keseluruhan, jelas dia, potensi luas tanam hortikultura Tanah Laut mencapai 1.849 hektare.
Untuk 2025, sebut dia, pengembangan bawang merah, cabai rawit dan cabai besar difokuskan pada 40 desa lebih dengan dukungan dana dari APBD dan APBN.
Guna mendorong percepatan, terang dia, bisa melalui transfer teknologi dengan mendatangkan sentra petani bawang merah dari Probolinggo dan Nganjuk Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Pemprov Kalsel hibahkan dana Rp3,6 miliar kepada Pemkab Tanah Laut
Hal tersebut, sambung dia, sebagaimana telah sukses diterapkan pada komoditas semangka tanpa biji dari petani asal Banyuwangi.
“Jika seluruh pihak bergerak bersama petani, penyuluh, dan pemerintah, maka swasembada bawang merah di Tanah Laut bukan sekadar wacana,” tegas Faried.
Sementara, Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menyampaikan lima arahan utama berupa, meningkatkan minat budidaya, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) secara kolektif.
Selain itu, ucap dia, peningkatan kapasitas petani, pengelolaan tantangan produksi secara adaptif dan perluasan akses pasar serta penguatan kelembagaan tani.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan serta sejumlah SKPD, penyuluh, dan kelompok tani.
Baca juga: Kementan salurkan bantuan alsintan bagi 83 brigade pangan di Tanah Laut
