Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) gelar Sosialisasi Jaring Komunikasi Sandi untuk lebih memperkuat keamanan informasi.
Kepala DKISP Banjar Muhammad Aidil Basith di Kota Martapura, Jumat mengatakan kegiatan diikuti puluhan peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Aula Baiman Kantor Bappedalitbang, Martapura.
"Perkembangan teknologi informasi bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi dapat memudahkan pekerjaan, namun di sisi lain jika lalai bisa merugikan atau bahkan membahayakan," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Banjar latih aparatur jaga keamanan informasi dan jaringan komunikasi
Menurut Basith, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada para pengelola teknologi informasi setiap OPD agar lebih siap menghadapi potensi serangan siber yang bisa terjadi setiap saat sehingga harus diantisipasi.
Selain itu juga bertujuan mendorong penggunaan teknologi yang aman untuk komunikasi dan koordinasi antar-dinas sehingga peserta mampu memahami pentingnya keamanan informasi mencegah dampak negatif.
Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Bidang Statistik dan Persandian DKISP Banjar Ali Akbar serta Abdul Hafizh dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.
Ali Akbar menekankan pentingnya penerapan Jaring Komunikasi Sandi Khusus di lingkup pemerintah daerah guna mengamankan pertukaran informasi rahasia antar-instansi untuk mencegah kebocoran data.
Baca juga: DKISP Banjar berikan bimbingan peningkatan literasi keamanan informasi
"Langkah ini dapat mengurangi risiko kebocoran data penting, sehingga mampu mewujudkan sistem pemerintahan yang kredibel dan terpercaya," ungkapnya.
Sementara itu, Abdul Hafizh memaparkan materi mengenai Penerapan Keamanan Informasi pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan pemerintah daerah.
