Rantau (ANTARA) - Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI) di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi sarana bagi Pramuka untuk belajar komunikasi darurat menggunakan radio amatir.
Kegiatan yang digelar Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Tapin, diikuti 97 peserta dari berbagai gugus depan Pramuka. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 70 peserta.
Baca juga: Bupati Samsul Rizal lepas kontingen HST ikuti Jambore Daerah 2025
Ketua Orari Tapin Sumantri mengatakan, lonjakan peserta menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap dunia komunikasi.
“Antusias sekali adik-adik Pramuka tahun ini. Padahal pendaftaran hanya dibuka tiga hari, tapi hampir 100 orang langsung mendaftar,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat.
Ia menjelaskan, kegiatan JOTA dibimbing oleh instruktur Orari berlisensi resmi, sedangkan JOTI dipandu oleh Dinas Kominfo Tapin.
Melalui dua jalur itu, ucap Sumantri, peserta belajar teknik komunikasi lewat radio dan internet.
“Tujuannya agar adik-adik Pramuka mengenal dunia komunikasi, baik melalui radio maupun jaringan daring,” katanya.
Menurut Sumantri, Jota-Joti bukan sekadar forum nasional, tetapi juga ajang komunikasi global yang mempertemukan Pramuka dari berbagai daerah hingga luar negeri.
“Lewat radio, mereka bisa berkomunikasi dengan Pramuka dari Jawa Barat, Sulawesi, bahkan negara lain. Mereka belajar bahasa radio dan teknik komunikasi yang baik,” ucap Sumantri.
Ia menambahkan, kegiatan itu sekaligus menjadi pelatihan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Baca juga: Ketua Mabida Pramuka Kalsel: Kekuatan moral kunci hadapi tantangan zaman
“Jika terjadi bencana dan jaringan internet lumpuh, komunikasi radio Orari bisa menjadi cadangan nasional yang bisa diandalkan,” ungkapnya.
