Pelaihari (ANTARA) - Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, H Rahmat Trianto menegaskan, pemberantasan korupsi adalah pekerjaan berat.
“Selama manusia masih hidup, selama itu pula ada hawa nafsu. Karena itu, minimal kita berusaha mengurangi praktik korupsi dengan terus saling mengingatkan,” ujar H Rahmat Trianto, pada acara Sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi, di Banjarmasin, Rabu.
Dia juga menyoroti persoalan gratifikasi yang seringkali tipis batasnya dengan budaya memberi dan menerima hadiah.
Baca juga: ASN Pemkab Tala tingkatkan pemahaman tentang tipikor
Bupati berharap, kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya memberikan pemahaman hukum, tetapi juga memperkuat nilai moral dan spiritual melalui tausiah agama.
“Komitmen menjauhi korupsi adalah kunci terciptanya pemerintahan yang dipercaya masyarakat dan diberkahi Allah,” pungkasnya.
Sementara, Plt Inspektur Daerah Riva Mahrani, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Permendagri Nomor: 15/2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2025 serta Peraturan KPK Nomor: 02/2019 tentang Pelaporan Gratifikasi.
Baca juga: Pj Bupati: Korupsi bermula dari perencanaan tidak tepat
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, kesadaran serta menumbuhkan budaya kerja bersih dan berintegritas dalam pelayanan publik,” terangnya.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto didampingi Wakil Bupati HM Zazuli, Ketua DPRD H Khairil Anwar, Sekda Tanah Laut Ismail Fahmi, serta para narasumber dan tokoh agama KH Mukri Yunus dan Penyuluh KPK M Mujiburahman.
Juga diikuti 100 peserta dari unsur legislatif, kepala SKPD, direktur RSUD, direktur PDAM serta pejabat struktural di lingkungan Pemkab Tanah Laut.
Dua SKPD Tanah Laut, yakni Disperindag dan Disdukcapil berhasil lolos tahap verifikasi lapangan dalam penilaian zona integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Baca juga: KPK : Pencegahanan korupsi terkait dengan tata kelola pemerintah yang bersih
