Pelaihari (ANTARA) - Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan H Rahmat Trianto, dalam sambutannya dibacakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Abdillah, berharap penyandang disabilitas harus dihadirkan dalam ruang dan kesempatan sama.
“Keterbatasan bukan batasan bermimpi. Kesuksesan bukan milik mereka yang sempurna, tetapi milik mereka yang tidak pernah menyerah,"ujarnya, pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025, di SLBN 1 Pelaihari, Kamis.
Dia juga memberikan penghargaan tinggi kepada para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) setiap hari menjadi jembatan kesabaran dan cahaya bagi anak-anak.
Baca juga: Dispora dukung prestasi atlet berkebutuhan khusus Tanah Laut
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, ucap dia, berkomitmen memperkuat pendidikan khusus dan menjadikan Tanah Laut sebagai kabupaten ramah disabilitas.
Menurut dia, acara HDI di SLBN 1 Pelaihari bukan hanya menampilkan bakat anak-anak, tetapi juga menegaskan mereka merupakan warga Tanah Laut layak dihargai, dihormati dan didukung sepenuhnya.
Setiap anak, termasuk mereka yang lahir dengan keterbatasan, ungkap dia, membawa potensi dan cahaya yang bisa menerangi masa depan bila diberi kesempatan.
Baca juga: Disdikbud gelar sosialisasi penanganan anak berkebutuhan khusus
Di antara tepuk tangan, senyum dan beberapa air mata bahagia, terang dia, tumbuh harapan bahwa Tanah Laut semakin inklusif atau tempat di mana setiap anak dengan segala keistimewaannya dapat tumbuh, bermimpi dan meraih masa depan gemilang.
Suasana haru memenuhi halaman SLBN 1 Pelaihari pada peringatan HDI Tahun 2025.
Satu per satu anak-anak istimewa tampil menunjukkan bakat mereka, ada yang menari, ada yang menyanyi, ada pula memperlihatkan keterampilan yang selama ini mereka latih penuh semangat.
Senyum mereka membuat siapa pun yang hadir merasa bahwa hari itu bukan sekadar peringatan, tetapi perayaan keberanian.
