Banjarmasin (ANTARA) - Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan, membuat terobosan baru mengolah limbah plastik menjadi energi alternatif yang dapat digunakan industri pengecoran logam.
"Inovasi ini diciptakan tim peneliti Poliban untuk program pengabdian kepada masyarakat," ujar Direktur Poliban Kalsel Joni Riadi di Banjarmasin, Jumat.
Ia menyebutkan tim peneliti yang menciptakan terobosan inovatif tersebut adalah Dr. Teguh Suprianto, Dr. Asrul Sudiar, Darmansyah dan Muhammad Kasim dari Jurusan Teknik Mesin Poliban.
"Terobosan inovatif yang mereka ciptakan memanfaatkan limbah plastik yang dikonversi melalui proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif untuk pengecoran logam," ujar Joni Riadi.
Baca juga: Poliban komitmen bantu karir 1.036 sarjana yang baru lulus
Dr. Teguh Suprianto, mewakili Tim Peneliti Poliban, menjelaskan penelitian ini berfokus pada pirolisis dan optimasi proses fraksionasi dalam konversi limbah plastik campuran menjadi bahan bakar, dengan tujuan utama menghasilkan energi alternatif yang dapat digunakan pada industri pengecoran logam.
"Limbah plastik ini merupakan salah satu masalah yang sangat krusial. Namun, di sisi lain, limbah plastik memiliki potensi energi yang dapat kita manfaatkan, salah satunya lewat proses pirolisis ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, limbah plastik dikonversi melalui proses pirolisis pada suhu 400–600°C. Selain menghasilkan bahan bakar cair, penelitian ini juga membuktikan bahwa alat pirolisis yang dirancang mampu berfungsi dengan baik dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai tambah.
Baca juga: Poliban latih pelajar MTs Noor Aini ciptakan sofa ramah lingkungan dari ecobrick
"Alat pirolisis yang kami rancang memiliki beberapa komponen utama, yaitu rangka pirolisis, tabung reaktor, tungku reaktor, tabung kondensor, tabung penampung hasil liquid serta dandang penampung air," ungkap Dr. Teguh.
Dikatakan dia, minyak hasil uji coba pirolisis dengan jenis limbah plastik HDPE (kuning) dan PET (hijau), pada tahap awal penelitian dimulai dari proses rancang bangun alat pirolisis yang kemudian diuji secara langsung menggunakan limbah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) dan PET (Polyethylene Terephthalate).
"Penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk energi alternatif, tetapi juga menghadirkan teknologi pirolisis sederhana yang aplikatif. Teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk skala industri kecil hingga menengah, termasuk sektor pengecoran logam," tuturnya.
Baca juga: Poliban-profesor Poltek Bali berkolaborasi riset dan publikasi ilmiah
Teguh mengungkapkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan mampu mendukung upaya keberlanjutan dalam pengelolaan limbah plastik sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih.
Baca link: Poliban
