Tiga relawan dari komunitas terdiri atas Alika Ramadan Fire, Sultan Adam, dan SP H. Ugie di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Minggu, sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan mengantar tiga jenazah WNA untuk diterbangkan melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru.
Baca juga: Tiga jenazah WNA korban heli jatuh di Kalsel dipulangkan ke negara asal
“Kami ada tiga ambulans dan sudah siaga di RS Bhayangkara sejak pukul 12:00 WITA,” kata Koordinator Relawan Alika Ramadan Fire, Ibnu Mahendra, di Banjarmasin, Minggu.
Ibnu menyebutkan tiga komunitas relawan mendapatkan tugas untuk mengambil jenazah WNA itu dari Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin dan diantar ke Bandara Syamsudin Noor.
Pewarta ANTARA di lapangan, melaporkan mulai pukul 15:00 WITA sejumlah relawan mengangkat tiga peti jenazah WNA ke dalam tiga ambulans setelah Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri menyelesaikan seluruh proses identifikasi dan administrasi.
Sekitar pukul 16:00 WITA, tiga ambulans relawan meninggalkan RS Bhayangkara Banjarmasin beriringan tanpa dikawal kendaraan patroli dan pengawalan (patwal) dari aparat setempat.
Ambulans Relawan Sultan Adam membawa jenazah atas nama Mark Werren (Australia), Ambulans Relawan SP H Ugie membawa jenazah atas nama Santha Kumar Prabhakaran (India), dan Ambulans Relawan Alika Ramadan Fire membawa jenazah atas nama Claudine Pereira Quito (Brasil).
Baca juga: Media diminta jaga perasaan keluarga korban heli jatuh di Kalsel
Setelah memulangkan tiga jenazah WNA, Tim DVI Polri masih menunggu hasil tes deoxyribonucleic acid (DNA) terhadap lima jasad WNI karena sulit diidentifikasi melalui catatan medis sehingga diperlukan tes DNA.
Korban kecelakaan helikopter di antaranya terdiri atas seorang pilot bernama Kapten Haryanto berasal dari Kota Batam, Kepulauan Riau, teknisi bernama Hendra Darmawan (Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan).
Kemudian enam penumpang, yakni Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kabupaten Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekan Baru, Riau), Andys Rissa Pasulu (Kota Balikpapan, Kalimantan Timur).
Tim SAR menemukan bangkai helikopter di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, di kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel, pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14:45 WITA, sejak hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08:54 WITA.
Helikopter tersebut ditemukan pada jarak sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Tim SAR berhasil mengevakuasi seluruh jasad pada Kamis (4/9) malam sekitar pukul 21:50 WITA.
Baca juga: Tiga jasad WNI korban heli jatuh di Kalsel diidentifikasi melalui DNA
Video:
Jenazah korban helikopter BK117-D3 diserahkan ke RS Bhayangkara
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ambulans relawan antar kepulangan jenazah WNA korban heli di Kalsel
