"Kearifan lokal masyarakat Kalsel yang cinta damai telah mengalahkan ego semua orang termasuk aparat," kata dia ditemui usai aksi massa di DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin.
Baca juga: DPRD Kalsel "pasang badan" soal taman nasional demi masyarakat adat
Yudha pun menyatakan aksi massa yang berlangsung damai kali ini merupakan keberhasilan semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Alhamdulillah kita lega semua, apa yang diharapkan demo aman damai bisa terwujud," ucapnya.
Berkaitan sejumlah tuntutan massa, Yudha memastikan semua aspirasi telah ditampung oleh Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan disampaikan ke pemerintah pusat.
Sedangkan terkait kasus pengemudi ojek berbasis platform atau online (Ojol) tewas di Jakarta, dia menjelaskan proses hukum berjalan transparan dan secepatnya pelaku menjalani sidang etik sebagaimana perintah Kapolri.
Baca juga: Patut dicontoh, massa pungut sampah usai demo di DPRD Kalsel

Baca juga: Kapolda sampaikan terima kasih atas aksi damai massa di DPRD Kalsel
"Mari kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan demi daerah yang sejuk, tidak mudah terprovokasi demi jalannya aktivitas ekonomi masyarakat untuk kesejahteraan bersama," kata Kapolda didampingi
Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dan Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan.
Diketahui, massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Kalsel Melawan yang melibatkan empat elemen, yaitu mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), buruh, serta masyarakat menggelar aksi demo di DPRD Kalsel.
Massa menyampaikan sejumlah tuntutan di antaranya reformasi DPR dan Polri serta penolakan penetapan Taman Nasional Meratus dan potongan tarif ojol oleh operator yang tidak manusiawi bagi pengemudi.
Aksi yang berlangsung sekitar tiga jam berjalan tertib hingga bubar dan tidak ada insiden yang memicu kericuhan.
Baca juga: PLN UID dibantu TNI-Polri jaga aset vital saat demo
Video:
