Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat pengembangan inovasi daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintahan.
Wakil Bupati Tapin H. Juanda mengatakan, inovasi menjadi instrumen penting dalam mendorong efektivitas tata kelola pemerintahan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Segala bentuk pembaruan dalam tata kelola harus diikuti peningkatan inovasi agar pelayanan publik berjalan lebih efektif, efisien, dan transparan,” ujar Juanda saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Monitoring Evaluasi (Monev) Inovasi Daerah 2026 di Banjarbaru, Senin.
Menurut Juanda, Pemkab Tapin menempatkan inovasi sebagai indikator utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Inovasi Daerah 2025 yang mencapai 73,14 dengan predikat sangat inovatif.
Baca juga: PDAM Tapin rutin bersihkan pipa jaga kualitas air
Juanda menyebutkan, capaian tersebut belum menjadi titik akhir dan harus diikuti peningkatan implementasi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
“Capaian ini patut disyukuri, namun jangan berpuas diri. Seluruh perangkat daerah harus terus berkontribusi meningkatkan inovasi di unit kerja masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Tapin menargetkan peningkatan status menjadi daerah terinovatif pada 2026 melalui penguatan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Rutan Rantau perketat pengawasan cegah peredaran narkoba
"Untuk itu diperlukan komitmen bersama mulai dari kepala OPD, camat, hingga para inovator agar inovasi tidak berhenti pada perencanaan, tetapi mampu diterapkan secara nyata dalam pelayanan publik," tambah Juanda.
Pemkab Tapin, ucap Juanda, juga memperkuat kolaborasi dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri guna memastikan arah kebijakan inovasi daerah selaras dengan standar nasional.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026