Banjarmasin (ANTARA) - Kalimantan Selatan (Kalsel) optimistis investor itu akan bertambah saat kegiatan Pamor Borneo 2025 di Banjarmasin pada 21-24 Agustus 2025 melibatkan 12 negara dan lima provinsi se-Kalimantan, sehingga menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Fadjar Majardi di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, pihaknya optimistis karena sudah ada investor asal Jepang yang telah berinvestasi pada dua proyek di Kalsel, yakni mengelola/mengembangkan bandeng dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Baca juga: 12 negara ditawarkan 15 proyek strategis di Kalimantan
Proyek yang diminati Jepang ini akan ditawarkan kepada investor asing dari 12 negara, termasuk juga dua proyek lain, yakni pembangkit listrik tenaga air di Kusan Kabupaten Tanah Bumbu dan pembangunan fasilitas pemotongan ayam yang higienis dengan penyimpanan bersuhu rendah untuk menjaga mutu serta keamanan produk hingga tahap distribusi.
“Dalam kegiatan Pamor Borneo, akan dikupas dalam diskusi panel. Kami mengundang narasumber dari dari pemerintah pusat seperti Kementerian ESDM dan lainnya,” kata Fadjar.
Selain itu, ia mengatakan, upaya lain yang dilakukan untuk menarik minat investor, yakni mengundang peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin untuk menyampaikan hasil penelitian pada proyek kerja sama dengan Bank Indonesia mengenai potensi hilirisasi di Kalimantan.
Di luar dari kegiatan Pamor Borneo, Fadjar mengungkapkan, saat ini sudah ada salah satu investor asing yang tertarik berinvestasi dengan salah satu proyek di Kalsel, sehingga diharapkan melalui kegiatan Pamor Borneo akan semakin banyak investor asing yang menunjukkan minat berinvestasi di Bumi Lambung Mangkurat ini.
Namun demikian, lanjut dia, meskipun setiap tahun ada potensi proyek untuk ditawarkan kepada investor asing, minat para investor belum bisa dipastikan 100 persen karena melalui proses pengenalan hingga nantinya negosiasi.
Baca juga: BI Kalsel gencarkan edukasi sistem pembayaran melalui QRIS
Oleh karena itu, Fadjar menilai persiapan yang matang terhadap proyek yang ada akan sangat menentukan apakah investor asing nanti berminat atau tidak, sehingga kesiapan kabupaten/kota dalam pengelolaan proyek-proyek di daerah menjadi salah satu faktor utama penentu.
Untuk membuka peluang ketertarikan investor asing, BI Kalsel bersama pemerintah daerah rutin mereview setiap proyek agar benar-benar siap dan bisa diterima sehingga para investor asing percaya proyek itu memberikan keuntungan bagi kedua pihak, khususnya menjelang kegiatan Pamor Borneo 2025 pada 21-24 Agustus.
“Kami juga berusaha memperluas jaringan mitra agar investor tertarik ke Kalsel. Memang banyak faktor yang menentukan agar investor tertarik. Yang pasti, proyek di kabupaten/kota kami persiapkan betul supaya benar-benar siap ditawarkan kepada investor,” ujar Fadjar.
Kegiatan Pamor Borneo di Kalimantan merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional dengan tiga misi besar di kancah internasional, yakni sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Selain proyek di Kalsel, Pamor Borneo juga akan mempromosikan 12 proyek lain kepada para investor asing, proyek itu tersebar di empat provinsi lain, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Baca juga: BI dan TNI AL luncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah 3T Kalsel
