Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengatakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan Presiden Prabowo pada Februari 2025 merupakan upaya strategis nasional untuk mencegah kematian dini.
“Karena Program CKG menyasar seluruh siklus hidup berbagai kalangan, tentu program ini menjadi langkah mendeteksi dini penyakit masyarakat agar dapat segera diobati,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalsel Syarkiah di Banjarmasin, Senin.
Baca juga: CKG jangkau seluruh sekolah Indonesia sampai Desember 2025
Terkait Program CKG, Syarkiah menyebut data masyarakat Kalsel sebagai peserta penerima manfaat masih jauh dari total target yang ada. Baru 80.476 orang yang melakukan CKG dari total 3.731.025 orang yang seharusnya dijangkau.
“Biasanya masyarakat datang ke pelayanan kesehatan kalau kondisi fisik memang sakit, ini salah satu tantangan Program CKG yang harus mendapat perhatian,” kata dia.
Padahal, kata Syarkiah, pemerintah meluncurkan Program CKG sebagai upaya pencegahan secara dini agar jangan sampai masyarakat yang terlihat sehat secara fisik ternyata sakit di dalam tubuh.
Ia mengungkapkan setelah masyarakat mendaftarkan diri, nanti akan diperiksa di laboratorium, pemeriksaan panca indra, serta bagian tubuh lain yang juga akan diskrining mengarah ke sakit apa agar segera bisa diobati dengan rekomendasi dari pemeriksa.
Baca juga: 5.766 warga terima Cek Kesehatan Gratis di Banjarmasin
Syarkiah menekankan langkah ini untuk mencegah jika misal nanti masyarakat mengalami sakit ringan, tidak sampai mengakibatkan sakit parah karena dapat segera ditangani.
Oleh karena itu, dia meminta kesadaran masyarakat agar mendaftarkan diri sebagai peserta CKG dengan mendatangi salah satu layanan kesehatan yang ada pada 242 puskesmas yang tersebar di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Menurutnya, mencegah penyakit lebih murah daripada mengobati, karena mencegah melalui Program CKG tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.
“Ayo masyarakat datang ke puskesmas ikut Program CKG. Mencegah itu gratis, hanya butuh kesadaran. Justru anggaran malah banyak habis untuk mengobati kalau sudah mengidap penyakit,” ujar Syarkiah.
Baca juga: Kemenkes: 1,5 juta orang sudah cek kesehatan gratis
