Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerapkan tiga strategi utama dalam pengendalian inflasi di 13 kabupaten/kota sepanjang Semester I Tahun Anggaran 2025.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan strategi tersebut mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Baca juga: Inflasi di Kalsel terkendali capai 1,81 persen pada Juli 2025

“Inflasi terkendali di angka 0,23 persen (mtm) dan 1,81 persen (yoy),” kata Catur dalam laporan kinerja semesteran DJPb.

Adapun strategi yang dijalankan meliputi Gerakan Pasar Murah (GPM), perluasan subsidi pupuk batu bara untuk komoditas padi dan jagung, serta subsidi ongkos angkut melalui kerja sama dengan Dinas Perhubungan.

Menurut Catur, capaian inflasi tahunan Kalsel 1,81 persen masih di bawah angka inflasi nasional sebesar 1,87 persen.

“Ini menunjukkan kinerja pengendalian inflasi Kalsel cukup efektif di tengah tekanan ekonomi global,” ujarnya.

Ia menyebutkan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tabalong sebesar 2,79 persen (yoy), sedangkan inflasi terendah berupa deflasi tercatat di Hulu Sungai Tengah sebesar minus 0,47 persen.

Baca juga: Kalsel: Inflasi 1,42 persen pastikan harga bahan pokok stabil

Komoditas penyumbang inflasi tertinggi antara lain emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, sigaret kretek mesin, dan ikan gabus.

Sementara penyumbang deflasi terbesar yaitu beras, daging ayam ras, tarif parkir, ikan nila, dan telur ayam ras.

Catur menjelaskan, dengan inflasi yang terjaga, perekonomian Kalsel tumbuh stabil sepanjang Januari–Juni 2025 meski dihadapkan pada tantangan global.

“Pertumbuhan ekonomi Kalsel secara tahunan mencapai 4,81 persen, hanya sedikit di bawah nasional yang berada di angka 4,87 persen,” ucapnya.

Kalsel tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di regional Kalimantan, setelah Kalimantan Barat.

Baca juga: Inflasi di Kalsel terkendali periode Mei 2025

 



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Taufik Ridwan

COPYRIGHT © ANTARA 2026